Halo! 

Setelah sebulanan galau memilih mau ikutan tantangan baca apa aja di tahun 2017 ini, aku akhirnya memutuskan mengambil 5 tantangan baca. Salah satunya ya ini, tantangan #BacaBukuPrisca yang diselenggarakan oleh Kak Wardah. 

Alasannya simple sih, pertama, aku udah lama penasaran sama tulisannya Kak Prisca Primasari. Penulis berbakat satu ini sudah menghasilkan banyak karya dan karya-karyanya sering direview positif sama teman-teman blogger. Dan ah ya, dengan mengikuti tantangan #BacaBukuPrisca ini aku bisa ambil tantangan baca lain yang berkaitan. Happy! 

FYI, aku belum pernah baca buku solonya Kak Prisca. Pernah baca Beautiful Mistake yang ditulis duet bareng Sefryana Khairil. Dan dari situ sebenernya aku udah bisa memutuskan kalo tulisannya Kak Prisca termasuk my cup of tea

Tulisannya manis, sedikit mellow tapi gak yang mellow mellow banget begitu. Tapi karena timbunan di rak buku masih meluber, aku belum sempat beli bukunya Kak Prisca. Kebetulan banget ada tantangan #BacaBukuPrisca, jadi semangat deh buat berburu karya-karya penulis yang sering menjuarai lomba-lomba menulis ini. 

Oke, berikut daftar buku Tantangan Baca Buku Prisca 2017:

 1. Paris: Aline (Gagas Media, 2013) 
2. French Pink (Grasindo, 2014) 
3. Love Theft #1 (2015) 
4. Love Theft #2 (2016) 
5. Purple Eyes (Inari, 2016) 
6. With of Without You (Gagas Media, 2016) 
7. Heartwarming Chocolate (Bentang Pustaka, 2016) 

Aku baru aja pesen secara online yang Love Theft #1 dan Love Theft #1. Kayaknya 4-5 hari lagi udah sampai deh. Gak sabar mau baca! 

Kenapa aku pilih 2 buku itu yang akan dibaca terlebih dahulu? Karena katanya, dua buku tersebut adalah buku kesayangannya Kak Prisca. Sampe dibela-belain terbit secara self publishing dan hanya bisa ditemukan di toko buku online saja. Saking spesialnya novel ini, untuk riset Kak Prisca sempat menemui ahli forensik segala loh. Woh! 

Apakah kamu juga tertarik mengikuti tantangan baca ini? Scrolling down please! 


Syarat dan Ketentuan Tantangan Baca Buku Prisca 

1. Follow twitter @missfiore_ dan @priscaprimasari 

2. Memiliki blog (tidak harus blog buku) untuk menuliskan review. 

3. Mendaftarkan dirimu di kolom komentar berupa nama, akun twitter, domisili, dan link blog. Pendaftaran dibuka sampai tanggal 27 Maret 2017. 

4. Memasang banner “Tantangan Baca Buku Prisca” di sidebar blog, yang dihubungkan dengan posting-an ini. 

5. Membuat master post “Tantangan Baca Buku Prisca” di blognya. Tidak wajib, tapi boleh kamu lakukan. Posting-an dimasukan dalam linky yang tersedia juga, ya. Buat yang bikin master post, cantumkan tag #bacabukuprisca ya. :D 

6. Membuat review untuk setiap buku Prisca yang dibaca. Setiap review buku dimasukkan dalam linky yang tersedia di bawah sesuai judul buku. Boleh juga lho bikin review di goodreads. 

7. Membagikan buku yang kamu baca dan tautan reviewmu di media sosial facebook, twitter, atau instagram (pilih salah satu atau semuanya boleh) dengan tagar #bacabukuprisca (boleh tag saya juga). Biar semakin banyak yang tahu dan mau ikutan. X) 

8. Tantangan baca ini berlangsung dari Januari-November 2017. 

9. Dipersilakan membaca ulang. Namun, review harus baru. Tidak boleh menyalin review lama. 

Nah, itu dia persyaratannya. Cukup mudah bukan? Targetnya, aku mau baca dan review ke-7 buku yang masuk list. Semoga gak susah nyari stok bukunya yes. Hihi. Oh iya, ada hadiah unyu yang sudah disiapkan Kak Wardah untuk pemenang tantangan baca kali ini loh. 

Yakin gak mau ikutan? 

Ganbatte & good luck!! :D 




“The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go.” – Dr. Seuss, I can Read with My Eyes Shut! 


Halo! 

Aku sepakat banget sama quote di atas. Menurutku, beli buku sama sekali bukan pemborosan, melainkan investasi. Investasi kan bukan melulu investasi materil berupa emas, properti atau reksadana aja kan ya. Tapi juga investasi ilmu. Makin banyak buku yang dibaca maka akan makin banyak pula ilmu baru yang kita dapat. Makin banyak pintu-pintu kesempatan hebat yang bisa kita masuki. 

Tapi ... ada tapinya loh! 

... 

... 

Buku yang sudah dibeli harus dibaca. Bukan sekedar ditimbun lalu dimakan rayap. Hehe. Untukku pribadi, beli buku bukan hanya untuk dibaca sendiri tapi juga untuk dijadikan kado. Kado berupa buku gak pernah gagal loh. Di kasih ke sahabat yang lagi ultah, oke. Dikasih sama bos yang pindah tugas, masuk akal. Dikasih ke gebetan dalam rangka kode-kode terselubung, rasanya cihui juga. 

Beruntunglah sekarang sudah menjamur toko buku online, jadi gak masalah mau tinggal di pelosok nusantara kayak aku sekarang, juga tetap bisa beli buku-buku bagus. Tapi biasanya makin bagus dan makin tebal sebuah buku, harganya makin mahal yes. Apalagi buku impor. Dududuhh! Alamat bakal bikin kantong fresh graduate macam aku ini jebol seketika. 

Umm, flashback dikit, di awal-awal kuliah dulu, aku pernah kena bully gara-gara baju yang aku pake itu-itu aja. Lahiyaa .. aku jarang banget beli baju, sepatu, lipstick, kayak temen-temen yang lain. Uang jajan aku sebagian besar bertransformasi jadi buku. Pfft. Sedih ya! Tapi untunglah, gak lama kemudian aku dapat kerjaan sampingan sebagai penyiar radio yang bisa membantu menambah pundi-pundi rupiahku zaman kuliah dulu. 

Siapa sangka, jurusan Pendidikan Fisika yang aku tekuni selama 4 tahun malah sekedar menghasilkan ijazah, sedangkan dunia broadcast yang dulu hanya sebagai sampingan justru benar-benar menjadi profesi yang aku tekuni hingga sekarang dan menjadi wadah mencari nafkah dalam artian sebenarnya. Bergeser dikit sih tujuannya, kalo dulu siaran hanya karena suka dan buat tambahan jajan, kalo sekarang gaji dari siaran beneran dipake buat bayar kost, uang makan sehari-hari hingga buat ditabung. 

Beli buku? 

Masih dong. Tapi sekarang lebih cermat dan teliti dalam berbelanja. Beli buku yang benar-benar akan dibaca aja. Nyari toko online juga yang terpercaya. Biar gak ada rupiah yang terbuang sia-sia. Nyarinya susah sist, masa mau dibuang-buang gitu aja! Haha 

Nah, kali ini aku bawa kabar baik buat para pencinta belanja online! 




Yeay! Sekarang sudah hadir yang namanya ShopBack. Apakah ShopBack ini adalah toko online baru? Oh bukan! Ini adalah cara baru agar belanja online agar lebih cermat dan hemat. 

Sederhananya begini, ketika kita beli buku, baju, pulsa, tiket pesawat atau apa pun di e-commerce ternama via ShopBack, kita bakal dapat cashback yang gak main-main. Nominalnya bisa mencapai 40 %. 

Weoweee sedaaap!! 

Dengan uang cashback yang kita dapat, uangnya bisa kita gunakan untuk keperluan lain selain belanja, misalnya untuk bayar tagihan listrik, bayar tagihan air di kos, dan-lain. Jadi gak ada cerita, dapat cashback untuk kemudian harus dibelanjakan kembali. Uangnya bebas mau dipake buat apa pun yang kita mau. Suka-suka kamu aja! 

.. 

Kok enak banget? 

Kok bisa? 

Apakah pilihan toko onlinenya terbatas? 

Atau jangan-jangan ini jebakan batmen doang? 

.. 

.. 

.. 


Aku juga awalnya kaget pas ngecek www.shopback.co.id/semua-toko. Ternyata pilihan tokonya super supeerrr banyak! Para pencinta buku impor pasti bakal seneng banget karena ShopBack bekerjasama sama Better World Books. 

Tau kan? 

Toko buku online yang tujuan charitynya jelas banget dengan program book for book. Bayangin aja, di saat kita lagi baca satu buku hasil beli di Better World Books, ada seorang anak, entah itu di Afrika atau kawasan lainnya yang juga lagi baca buku hasil donasi dari buku yang kita beli. 

.. 

Feed the Children 

Books for Africa 

Dan banyak yayasan sejenis yang menjadi tempat Better World Books berdonasi. Happynya lagi, toko buku online satu ini banyak menjual buku-buku bekas dengan kualitas bagus dan gratis ongkos kirim ke seluruh dunia. Ckck luar biasa! 

Atau lebih pilih Book Depository? Lanjut aja! Karena toko buku online terbesar di Inggris yang sering kasih diskon ini juga bekerjasama dengan ShopBack. Tapi pastikan kalo kamu punya kartu kredit yang bisa untuk transaksi luar negeri yes. 

Sedangkan untuk para pencinta buku lokal dan gak punya kartu kredit, bisa pilih beli buku di Matahari mall, Bukalapak, maupun Tokopedia. Bisa puas beli ensiklopedia, puzzle book, buku-buku biografi, sampai mau beli rak buku pun juga tersedia. Melihat deretan para mantan online shop yang bekerjasama dengan ShopBack, apa masih ragu juga? Nggak lah ya. ShopBack ini sudah terjamin aman dan terpercaya serta ngasih keuntungan lebih. 

.. 

Umm, apakah kalo belanja via ShopBack, promo diskon dari online shopnya bakal hangus? 

Gak bisa digabungin, gitu? 

Ish, siapa bilang? Bisa dong! Itu lah kenapa aku bilang kalo belanja via ShopBack ini untungnya plus plus. Contoh nih, misalnya kita dapat Voucher Lazada, voucher Zalora, voucher MatahariMall, voucher blanja.com dari ShopBack, atau kode promo UBER. Nah, ketika kita belanja melalui ShopBack, bukan hanya keuntungan voucher atau kode promo yang kita dapatkan, melainkan juga dapat cashback yang bikin makin happy. 

Rugi banget lah kalo menunda-nunda daftar di ShopBack, wong untungnya banyak, caranya gampang. Daftar pake email juga tinggal klik klik beres. Apalagi sekarang sedang berlangsung promo imlek ShopBack.co.id yang tentunya bikin kita harus pandai nahan diri biar gak kalap ngeborong. Hoho. 


Oh iya, Februari nanti barangkali juga ada yang pengen merayakan valentine bareng orang terkasih kan ya? Gih, daftar ShopBack dulu biar bisa sambut hari kasih sayang dengan promo valentine

Kalo misalnya kegiatan mobile kamu lebih didominasi sama smartphone, jangan khawatir karena ShopBack nggak hanya bisa diakses melalui browser desktop dan mobile aja, tapi juga sudah tersedia aplikasi ShopBack di Google Play Store maupun di Apple App Store. Eits, buat yang download aplikasinya juga berkesempatan dapet promo eksklusif loh.




Terakhir nih, kalo ada yang pengen dapet tambahan ekstra bonus sebesar Rp 25.000,- bisa gunakan link referal milikku https://www.shopback.co.id/?raf=Pf8nGV. Ini namanya program “Hadiah Me & You”. Jadi aku dan kamu bisa sama-sama dapetin untung sebesar Rp 25.000,- dengan mengikuti program ini. 

Nah, kalo semisal masih ada yang mengganjal, tonton dulu yang di bawah ini ya teman-teman biar makin mantap hatinya buat belanja via ShopBack. 



So, Belanja Cermat dan Hemat? ShopBack-in Aja!



Keterangan buku 

Judul : When Love Is Not Enough 
Penulis : Ika Vihara 
Editor : Afrianty P. Pardede 
Penerbit : Elex Media Komputindo 
Tahun Terbit : 2017 
ISBN : 978-602-02-9768-2 
Tebal : vii + 271 hlm. 


Blurb

Awalnya, Lilja Henrietta Moller berpikir, menikah dengan sahabatnya, Linus Zainulis, dan tinggal bersamanya di Munchen, akan menjadi sebuah pernikahan yang sempurna. Tidak ada yang salah dengan pernikahan mereka. Karena Linus dan Lily bisa sama-sama melakukan apa yang mereka suka.


Tapi semua tidak sesempurna angan-angan Lily. Karier Linus sebagai pembuat kereta cepat, yang semakin menanjak, ternyata malah menghancurkan gerbong kehidupan pernikahan mereka. Lily kehilangan laki-laki yang dia cintai. Ayahnya dari anaknya. Suaminya. Yang lebih buruk lagi, dia kehilangan sahabatnya. Sosok yang sudah bersamanya sejak dia dilahirkan. Lily kembali ke Indonesia, mencoba membangun kembali hidupnya, tanpa Linus bersamanya.


First Impression


Kali kedua baca karya seorang Ika Vihara. Excited karena novel debutnya, My Bittersweet Marriage yang aku baca pada April 2016 lalu, membuatku jatuh cinta. Diajak jalan-jalan ke Aarhus, Denmark. Mengintip kehidupan rumah tangga Afnan dan Hessa yang menikah karena dijodohkan dan baru bertemu 3 kali, untuk kemudian mantap menikah.




Baca juga : Review My Bittersweet Marriage – Ika Vihara



Dan kali ini, di When Love Is Not Enough aku bertemu si mata biru, Lilja alias Lily, adik tersayang Afnan yang diceritakan menikah dengan sahabatnya sedari bayi, Linus. To good to be true, seakan Lily dan Linus ditakdirkan untuk hidup bersama dari bayi hingga tua. Menjadi sahabat, keluarga, kakak-adik, hingga kemudian naik status menjadi suami-istri. 



Namun ternyata, menikah dengan seseorang yang kita kenal sepanjang usia, nggak ada bedanya dengan menikah sama orang yang baru kita temui 3 kali, sama-sama akan dihadapkan pada ujian. Dan untuk Lily, ujiannya amat berat. Dia bukan hanya terpaksa kembali ke Indonesia dan meninggalkan Munchen, tapi juga harus menendang Linus si jenius, pergi jauh dari hatinya. Linus, seseorang yang amat berharga bagi Lily, orang yang bahkan telah memenangkan hatinya sedari bayi, ternyata sanggup meluluh lantakkannya dalam sekejap. 



Aku kemudian penasaran, apakah Kak Ika Vihara mampu membuat cerita ini menjadi perpaduan manis pahit yang sempurna. Karena bagaimana pun pedihnya ide cerita ini, Lily dan Linus punya cerita indah di sepanjang hidup mereka sebelum kehadiran sosok baru di tengah-tengah mereka, memunculkan ego Linus ke permukaan. 

Apakah aku akan menangis lantas blushing menikmati bagian perjalanan rumah tangga Lily dan Linus, seperti ketika beberapa waktu lalu aku rasakan saat mengikuti kisah Afnan dan Hessa? 


Scrolling down please! 


Ide Cerita 

Aku kasih 2 jempol untuk Kak Ika atas ide ceritanya yang cerdas. Dikisahkan kalau Lily dan Linus ini sudah saling sayang seperti keluarga dari bayi, seperti anak kembar malah. Orangtua Lily dan Linus bersahabat, Linus akrab dengan Afnan dan Mikkel, Lily juga sering ‘dipinjam’ Mama Jasmine (mamanya Linus) karena dia tidak punya anak perempuan. Sempurna ketika kemudian mereka saling jatuh cinta, lantas menikah.  

Happy ending? 

Nope! Sebenar-benarnya kehidupan justru baru saja dimulai. Yang memisahkan Lily dan Linus sama sekali bukan rasa bosan atau orang ketiga. Terlalu klise. Melainkan perbedaan prinsip hidup yang setelah beberapa tahun berjalannya pernikahan, terasa sekali mengganggu. 

Linus yang sedang menikmati kejayaannya di tempatnya bekerja (perusahaan pembuatan lokomotif kereta cepat) dengan jabatan baru masih ingin menunda punya anak, sedangkan Lily sebaliknya, ia ingin segera menjadi ibu. Bukankah demikan kodratnya sebagai wanita? Kebutuhan untuk punya anak terasa mendesak baginya. 

 Hingga .. 

 Lily hamil. 

Lily mengira prinsipnya seperti pesawat terbang saja, yang ketika sudah terbang, tidak boleh berhenti di tengah perjalanan atau balik arah untuk kembali lagi ke landasan, tidak boleh. Baru boleh berhenti ketika tiba di landasan berikutnya. Begitu juga dengan kehamilannya. Lily merasa tak ada yang salah jika dia hamil. Toh dia sudah sabar menanti beberapa tahun untuk itu. Dia adalah istri sah Linus, bukan selingkuhan. 

Nyatanya, Linus malah dengan kejam meneriakinya, menganggap Lily menjebaknya, hingga menarik diri secara emosional dari Lily. Tidak ada lagi kehangatan, tidak ada keintiman, tidak ada kasih sayang. Lily kira semuanya akan beres saat anak mereka lahir. Tapi ternyata semakin parah. Linus bahkan tidak pernah memeluk bayi cantik mereka, Leyna Jasmine. 

Lily terluka. Terluka melihat anaknya tidak mendapat kasih sayang dari papa kandungnya sendiri. Terluka karena Linus tega tidak membantunya sedikit pun dari masa kehamilan hingga Leyna lahir, kecuali untuk urusan uang saja. Tapi Linus kan suami, papa Leyna, bukan mesin ATM?! 

Lily sendirian. Merasa single parent tapi nyatanya ia punya suami. Hadirnya Leyna, membuat ia harus kehilangan Linus. Alangkah pedihnya! Puncak malapetaka adalah ketika Leyna meninggal. Lily rasanya kehilangan sebelah kaki. Dia tak sanggup lagi berdiri tegak dengan sempurna, hilang sudah kepercayaan dirinya. Dia gagal sebagai ibu. Tapi Lily tidak merasa bahwa itu adalah total kesalahannya. Linus adalah pihak yang tak kalah salah. 

Andai saja Linus mau mengerti kelelahannya mengurus Leyna seorang diri, andai saja Linus mau membantunya menjaga Leyla, andai saja Linus tidak sepengecut itu – menanam benih untuk kemudian tidak mau sama-sama merawat ketika benih itu sudah bertransformasi menjadi bayi lucu nan cantik. 

Keputusan Lily sudah bulat. Dia meninggalkan Munchen. Meninggalkan Linus. Minta cerai. Apa gunanya menikahi bajingan seperti Linus? Miris. 

Pernikahan yang diawali dengan persahabatan puluhan tahun, pernikahan yang dipenuhi taburan bunga cinta, berakhir dengan brutal. 

Apakah Linus mau meninggalkan karirnya yang meroket di Munchen dan menyusul Lily ke Indonesia untuk merebut hati wanita itu kembali? Dan ya, kalau pun Linus mau berkorban, bisakah Lily memberi kesempatan kedua untuk Linus yang telah menyebabkan Leyna meninggal? Oh, adakah yang lebih pedih selain kehilangan anak, buah hati belahan jantung. 


Penokohan dan Chemistry 

So damn! Aku nangis hanya dengan membaca beberapa lembar saja. Haha. Kok nyesek ya. Leyna yang cantik harus meninggal di usia beberapa bulan saja. Padahal kalo aja dia sempat tumbuh besar, dia pasti akan jadi tokoh yang menawan. Cantik, kuat, lucu, passionate seperti papa mamanya. 

Aku suka sekali dengan cara Kak Ika mendeskripsikan tokoh lewat cara mereka berinteraksi. Percakapan-percakapan cerdas Lily dan Linus, sang tokoh utama dalam cerita ini. Mereka ini selain menawan secara fisik, tapi juga cerdas. Dua-duanya cerdas. Linus sebagai pembuat gerbong-gerbong kereta standar dunia dengan ilmu Fisikanya dan Lily sebagai programmer yang menguasai Matematika. Woh mereka keren! 

Flashback mengenai cinta yang hangat dan sedikit nakal di masa lalu mereka saat masih baik-baik saja sebagai suami istri, bikin aku blushing sendiri. Cara mereka bercinta kreatif ya? hoho. Ilmu nih buat para lajang seperti aku. Tapi tentu aja kalo Kak Ika berniat membuat pembaca bersimpati pada Lily dan benci Linus, aku akui hal itu berhasil. Rasanya benci setengah mati sama Linus nyaris di sepanjang cerita. Meski kadang sebel juga sama keras kepalanya Lily. Tapi ya masuk akal, orang-orang passionate dan ambisius, biasanya keras kepala. 

Love. Karena karakter tokoh berkembang di sepanjang cerita. Perkembangannya pelan-pelan, jadi aku menikmati ritme pergolakan emosi serta mendewasanya cara pikir para tokoh. Harus sabar ya, jangan jedotin pala ke tembok pas ngikutin permasalahan yang memang gak sederhana ini. Jangan lupa siapin tisu. 

Oh iya, buat yang kangen Afnan sama Hessa, di sini mereka bakal muncul juga, dengan porsi sebagai kakak ipar. Kita juga bakal kenalan sama Mikkel dan Lilian yang semoga aja ceritanya bakal dibuat satu novel khusus sama Kak Ika. 

Sedangkan untuk cerita tentang kakaknya Linus dan pasangannya, Annika, dikemas dalam versi bonus untuk novel When Love Is Not Enough ini, judulnya Bread Love. Ceritanya asyik dan bikin laper. Soalnya Annika jago baking. Hihi. Nggak dijual terpisah yes, satu paket berupa novel dan bonus. 

Kalo ada yang udah baca My Bittersweet Marriage dan jatuh cinta, harus baca novel yang ini, pasti suka. Cara bercerita Kak Ika berkembang, semakin memikat. Pesannya sampe. Bisa bikin kita sedih dan marah dengan konflik egois yang terjadi antar kedua tokoh utama. Ngakak dan blushing lihat keintiman mereka. Juga menikmati setiap detail cerita yang ditawarkan. 

Untuk setting, meski cerita masa kini novel ini ada di Indonesia, namun kita juga bisa merasakan kehangatan Munchen dan semarak dunia sepakbola di sana. Hal yang seru tapi bikin sebel para istri, termasuk Lily. Tapi gak ngaruh juga sepertinya ya, karena kalo pun tinggal di Indonesia, masih bisa menikmati hebohnya dunia sepakbola melalui layar kaca. Bedanya, harus rela bangun pas dinihari. Hehe. 


Pesan moral 

Gerbang pernikahan bukan gerbang untuk menuju dunia tanpa cela, dunia sempurna bak di negeri dongeng, melainkan sebuah perjuangan babak baru yang butuh energi lebih besar, butuh hati yang lebih luas. Nggak ada pernikahan tanpa ujian. Tapi nggak ada ujian yang nggak bisa diatasi jika kedua pihak mau berusaha. 

Dan ya satu lagi, pasangan kita bukan malaikat, mungkin dia akan berbuat salah, mungkin dia akan membuat hati kita terluka, tapi sekali lagi, bergandengan tanganlah, hadapi kesalahan dengan mata terbuka, tanpa ingkar, tanpa ego. Jadikan kesalahan sebagai pijakan untuk hidup yang lebih baik di masa depan. 


Kutipan favorit 















Giveaway Time !! 


Syarat dan Ketentuan 

1. Peserta memiliki alamat kirim hadiah di Indonesia. 

2. Follow twitter @IkaVihara @elexmedia & @inokari_ 

3. Follow instagram @IkaVihara @elexmedia & @inokari_ 

4. Repost banner giveaway di bawah ini, mention @IkaVihara @elexmedia & @inokari_ serta (minimal) 2 orang temanmu di instagram. Pada bagian caption, jawab pertanyaan “Apa alasanmu menginginkan novel When Love Is Not Enough karya Ika Vihara ini?” Jangan lupa sertakan hashtag #WhenLoveIsNotEnough.




5. Tinggalkan komentar di blogpost ini dengan format : nama, akun twitter, akun instagram dan link repost banner giveaway.

6.Giveaway berlangsung sejak blogpost ini tayang hingga 24 Januari 2017, pukul 24.00 WIB. 

Pengumuman pemenang akan dilakukan sekitar 1-2 hari setelah giveaway closed. Pemenang akan dimention via twitter, instagram @inokari_ dan melalui updatean blogpost ini. 

Good luck!!

Update – 20 Januari 2017

Teman-teman, terima kasih untuk yang sudah mengikuti giveaway ini dan melakukan semua persyaratan. Namun dikarenakan pertimbangan dari host dan penulis, untuk mempermudah giveaway, untuk bagian share info dan ajak (minimal) 2 teman untuk mengikuti giveaway ini bisa dialihkan ke twitter saja, tidak perlu repost banner di instagram. Jangan lupa mention aku dan Ika ya.

Follow instagram gimana? WAJIB follow Kak @IkaVihara. Kalo mau sekalian follow aku & @elexmedia juga boleh banget. Terus jawab pertanyaannya gimana? Langsung jawab aja di sini ya : https://www.instagram.com/p/BPbkWtmjn9E/?taken-by=inokari_ . Jangan lupa tinggalin data diri di kolom komentar blogpost ini biar aku gampang ngeceknya.



Kak, kalo aku udah ikutan dan repost banner di instagram, gimana?

Gakpapa. Bagus malah. Namamu sudah masuk dalam list peserta giveaway dan jawabanmu yang akan menjadi pertimbangan apakah akan menjadi pemenang di giveaway kali ini atau bukan.


Selamat bersenang-senang di giveaway ini ya. Semangaaat! 

--

Update!





Keterangan buku : 

Judul : ImpLOVEssible 
Penulis : Viera Fitani 
Editor : Afrianty P. Pardede 
Penerbit : Elex Media Komputindo 
Tahun terbit : 2016 
ISBN : 978 – 602 – 02 – 8502 – 3 
Tebal : 245 hlm. 


Blurb

 "Cinta itu ... selain buta, dia juga nggak bisa menghitung jarak usia!” 

ImpLOVEssible. Cinta yang tidak mungkin. Mustahil. Mana mungkin aku yang masih muda kinyis-kinyis baru lulus SMA, bisa jatuh cinta dengan duda beranak satu yang usianya hampir dua kali lipat dari usiaku! 

Lagipula, menikah muda bukan prioritas utama bagiku. Sebagai perawan desa – dan harapan orangtua – mimpiku adalah kuliah di kota besar dan kerja kantoran. Namun, apa mau dikata, saat ini bisa dibilang kondisiku benar-benar mentok. Aku tidak punya pilihan lain selain menjadi istri dari Rivay Arsjad dan menjadi seorang ibu di usiaku yang baru 18 tahun. Benar-benar bencana...! 




First Impression 

Yang bikin aku tertarik membaca sebuah novel biasanya ada 2 faktor. Pertama faktor siapa penulisnya, kedua faktor blurbnya. Berhubung aku belum pernah baca karya seorang seorang Viera Fitani sebelumnya dan blurbnya kurang nyess untuk seleraku, jadi lah si ImpLOVEssible ini nangkring cukup lama di rak buku tanpa disentuh. FYI, novel ini adalah kiriman dari seorang teman. 

Hingga kemudian, di awal tahun 2017, saat Bintuhan lagi kena jadwal pemadaman listrik dan aku mati gaya di kost, aku iseng buka plastik pembungkus novel ini, mulai baca dan ..... dan 


Dan aku gak bisa berhenti sebelum halaman terakhir. Haha. Nyesel kenapa lumayan telat baca. Isinya kocak, menyentuh, bikin blushing. Sedikit ngingetin sama Jodoh untuk Naima karya Nima Mumtaz. Bukan ide ceritanya sih, melainkan chemistry kedua tokoh utama yang punya rentang usia lumayan jauh. Ceritanya sama-sama tentang ABG yang harus nikah sama pria dewasa. 

Ide cerita 

Gokil. Aku belum pernah baca cerita tentang orangtua ABG yang ngizinin anaknya nikah sama duda, beranak satu pula. Biasanya kan ada semacam komentar sosial yang seolah menyatakan kalo gadis ya lawannya bujang, kalo udah duda harusnya dapet janda dong. Iya apa iya? 

Tapi gimana kalo ceritanya si duda ini cakeeep banget? Kayaaaaa banget? Dan kalo dirunut lagi dia ini sebab mendudanya kenapa, mantan suami siapa dan beribu pertimbangan lainnya, kayaknya wajar ya kalo abahnya Mai Nina rela serela-relanya anak gadis semata wayangnya dinikahi oleh Rivay Arsjad. Si duda ganteng, cool, nyebelin tapi sebenernya manis di dalam dan sanggup bikin blushing sepanjang cerita. 

Yang aku suka adalah aku nggak bertanya-tanya dengan heran sepanjang cerita. 

Ini kok bisa begini? 
Itu kok bisa begitu? 

Nggak. Semuanya terasa masuk akal. Dan aku benar-benar menyukai setiap detail cerita yang disuguhkan oleh Viera Fitani di novel ini. 

Penokohan 

Tentu aja ada Rivay Arsjad dan Mai Nina. Yang satu tampan rupawan, satunya ABG polos yang ngerti bedakan aja kagak. Lah, hobinya manjat pohon, main layangan, nyemplung ke sungai. Bak langit dan bumi. Wajar kalo di awal cerita mereka berdua ini hobi banget berantem. Hihi. 

 “Keluar nggak dari rumah ini. Jangan harap ya aku mau dinikahin ama om-om kayak kamu. Jangan-jangan kamu mau jual aku ya? ke teman-teman kamu yang mata keranjang!” 

 “Dijual emang laku?” tanyanya dengan wajah datar. 

Selain itu ada juga Abah dan Ibu Mai Nina. Dari interaksi mereka ini, kita bakal dikasih tau dari mana jiwa somplak Mai Nina berasal. Lanjut, ada juga si cantik Raisa, anaknya Rivay. Bocah ini nggak hanya parasnya yang cantik, tapi attitudenya juga. Wajar kalo Mai Nina nggak bakal bisa bertransformasi jadi ibu tiri yang kejam. Nggak bakal. Luluh deh luluh sama polosnya Raisa. 

Biar jalan cerita makin somplak, ada juga Ray, ponakannya Rivay, tapi jarak umurnya beda dikit doang. Ray ini bakal banyak ngebantu Mai selama proses perkuliahan. Dan tadaaa .. ada juga Pak Dodi, dosen ganteng yang jadi cem cemannya Mai Nina. 

Konflik 

Pernikahan Mai Nina hanyalah berawal sebagai simbiosis mutualisme. Mai mau nggak mau harus nikah sama Rivay buat dapat izin Abah dan Ibu untuk kuliah di Jakarta. Ceritanya Mai ini tinggal di pinggiran Jakarta gitu. Anak tunggal pula, jadi ya gitu deh orangtuanya berat melepas Mai buat kuliah di kota rawan kejahatan macam Jakarta. 

Di sisi lain, Rivay ini duda gila kerja, tapi juga punya kadar cinta yang besar buat anaknya, Raisa. Nyari ART yang setia itu susah sis, makanya Rivay lebih milih buat nikahin Mai aja sekalian. 

Jahat? Yahh.. kedengerannya begitu! 

Terus kok kenapa Mai dinikahin sama duda? Alasannya masuk akal kok. You must read by yourself ya. *swink 

Urusan masa lalu Rivay mendominasi konflik yang kemudian terjadi. Tentang mengingkari perasaan, tentang orang yang dipengen zaman dulu tetiba muncul, tentang ego yang kadang tanpa malu hadir ke permukaan. Begitu lah. Mungkin kayak nggak adil ya, ABG macam Mai nggak punya masa lalu apa-apa dalam urusan cinta, ciuman aja gak pernah, namun kemudian harus pasang tameng super lebar biar gak jatuh hati sama Rivay. Mai takut patah hati. 

 “Karena dia baik makanya gue nikahin.” 

 “Dan lo nggak ada sedikit pun rasa cinta buat dia?” 

 “Jelas enggak. Posisi Mai nggak lebih hanya ibu sementara untuk Raisa.” 


Gaya bercerita penulis 

Aku bakal masukin nama Viera Fitani dalam daftar penulis yang tulisannya ternyata .. my cup of tea. Seger. Kocak. Tapi juga di beberapa bagian bikin baper. Love! Abis baca ImpLOVEssible ini perasaan jadi ringan karena banyak ketawa di sepanjang cerita. Hal-hal remeh pun bisa dikemas dengan humor yang sederhana tapi ngena loh. 

PR nih, aku harus nyari novel Viera Fitani yang lain. Katanya ada Morning Breeze dan Railway in Love yang diterbitkan di tahun 2015. 

Pesan Moral 

Kadang atau malah bahkan seringkali perasaan kita kalah sama ego. Bilangnya nggak cinta padahal kepikiran siang malam. Bilangnya gak sayang, padahal hati tersiksa lahir batin. Mangkir dari perasaan adalah sebego-begonya kelakuan. Nggak bakal ada yang didapat selain penderitaan. Ya gitu deh. 

Then, kadang kita takut mencintai karena nggak mau menyingkirkan yang sudah lama pergi, sudah hilang, takut dianggap nggaks setia dan sebagainya. Tapi quote di bawah harusnya bisa jadi pegangan kalo mencintai yang baru bukan berarti membuang kenangan kok. Just call it MOVE ON. Biar sama-sama bahagia.