Review DAE-HO’s Delivery Service – Pretty Angelia : Saat ‘Pemeran’ Boleh Mengubah Jalan yang Telah ditentukan-Nya




Keterangan buku :

Judul : DAE-HO’s Delivery Service
Penulis : Pretty Angelia
Editor : Cicilia Prima
Desainer cover : Margaretta Devi & Ivana PD
Ilustrator isi : Mico Prasetya
Penata isi : Yusuf Pramono
Penerbit : Grasindo
ISBN : 978 – 602 – 375 – 164 – 8
Tahun terbit : Agustus 2015 (cetakan pertama)


Han Dae – Ho, memutuskan tinggal sendiri di Seoul setelah ia mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung dari kedua orang tua yang ia sayangi. Dua bulan setelah menetap di Seoul, Dae – Ho mendapatkan pekerjaan sebagai pengantar surat. Dae – Ho akhirnya tahu ia bukanlah pengantar surat biasa. Choi Hyun – Ki, bosnya, menyuruhnya menjamin bahwa si penerima surat membaca surat itu. Karena surat – surat itu adalah surat yang tidak pernah disangka akan didapatkan si penerima.


Dae – Ho sangat menikmati pekerjaannya. Meski begitu ia tetap sulit melupakan keluarganya yang selama ini menemani hari – harinya. Termasuk Hana, gadis blasteran Korea dan Amerika Serikat yang sangat disukainya. Semakin Dae – Ho lari dari masa lalunya, masa lalu itu justru tiba – tiba datang di hadapannya. Dae – Ho pun bertanya – tanya, mengapa ia memerankan sebuah drama yang tidak pernah ingin dilakoninya ini?



***

Cinta yang terlambat disadari itu memang berbahaya. Jadi, kalau kau punya orang yang sangat kau cintai, jangan pernah meninggalkannya, nanti malah kau yang ditinggalkan. – hlm 162

Kejadian menyakitkan yang dialami Dae Ho di rumahnya yang berada di Daegu, membuatnya memutuskan pergi ke Seoul untuk memulai hidup baru. Dalam waktu kurang dari dua bulan uang simpanannya ludes untuk membayar kos dan makan sehari-hari. Dae Ho pun bertekad mencari kerja. Ketika membuka sebuah website khusus lowongan kerja, salah satu lowongan kerja mencuri perhatiannya.


Dibutuhan sekarang!

…………………………….
…………………………….
……………………………..
…………………………….
……………………………..
……………………………..
7. Gaji awal 3.000.000 Won, bisa naik!
8. Anda juga memiliki kesempatan untuk keliling Korea Selatan

Yang membuat Dae Ho tertarik, bukan hanya hanya besar gaji awal di pekerjaan ituyang lebih besar dari gaji lulusan baru anak kuliahan, melainkan ia memang bercita-cita bisa keliling Korea Selatan. Sungguhkesempatan emas.

Tak lama setelah mengirimkan dokumen ijazahnya dalam bentuk digital ke alamat perusahan yang bernama Wing Express itu, Dae Ho menerima panggilan wawancara untuk keesokan harinya. Ia pun diterima bekerja dengan tugas mengantarkan surat yang tak bisa diucapkan langsung pada orang yang dituju. Nama perusahaan itu pun diubah menjadi DAE-HO’s Delivery Service.

“Kau harus mengantar pesan berupa surat langsung ke penerimanya dan memastikan si penerima membaca pesan yang kau bawa. Kalau si penerima tidak sudi membaca pesan yang kau bawa, kau harus memikirkan berbagai macam cara agar si penerima mau membacanya.” – hlm 16

Ternyata, tugas untuk Dae Ho tak bisa dibilang gampang. Surat-surat yang ia antarkan itu macam-macam isinya dan semuanya ‘ajaib’. Surat pertama adalah surat dari seorang pria untuk seorang wanita matre, berisi permintaan untuk mengembalikan kartu ATM si pria. Nyatanya, bukan hanya kartu ATM yang Dae Ho dapatkan, melainkan juga bonus berupa dampratan dan siraman air.

Surat kedua tak kalah gila. Penerimanya adalah anak TK, sedangkan pengirimnya adalah anak SD yang bermaksud untuk menyatakan cinta. Surat-surat lain pun punya cerita tak kalah seru. Ada surat dari seorang kakak ke adiknya. Dari seorang sahabat untuk sahabatnya yang sedang sakit di Universitas Nasional Seoul.Dari anak kecil untuk anjingnya. Surat yang berisi pengakuan pengkhianatan dari seorang sahabat. Surat dari anak untuk orangtuanya yang sudah terpisah sekian lama. Surat dari suami untuk istrinya mengenai ‘rahasia’ anak mereka. Dan surat-surat lainnya yang menggugah perasaan.

Dae Ho sangat menikmati pekerjaannya,meski tak jarang ia teguncang saat mengetahui cerita-cerita hebat di balik surat-surat yang ia antarkan, namun lambat laun ia jadi semakin paham bahwa bukan hanya ia seorang yang punya masalah. Namun siapa sangka, surat terakhir yang harus ia antar malah membuat Dae Ho mau tak mau harus berhadapan dengan masa lalu yang dibencinya.

Mampukah Dae Ho melunakkan hati untuk menghadapi peran yang tak pernah ingin ia lakoni itu?

Kau adalah pemeran di skenario yang Tuhan tuliskan, tapi kau bisa mengubah jalan yang telah ditentukan-Nya. – hlm 210



DAE-HO’S Delivery Service adalah novel karya Pretty Angelia yang menjadi pemenang utama PSA3 kategori fiksi dewasa. Event PSA3 diselenggarakan oleh penerbit Grasindo pada sekitar pertengahan tahun 2015.

Saat pertama kali melihat cover unyu DAE-HO’S Delivery Service, aku langsung jatuh cinta dan memutuskan membawa pulang novel ini. Ternyata, di lembar-lembar selanjutnya juga diperkaya dengan sketsa-sketsa manis yang mampu membuatku menikmati cerita demi cerita yang disuguhkan oleh penulis.

Bahasa yang digunakan dalam novel ini cenderung ringan, namun memiliki makna mendalam dari setiap konfilik yang disajikan. Bisa dibilang, DAE-HO’S Delivery Service ini merupakan kumpulan cerita dengan tokoh utama yang sama. Potongan kisah hidup Dae Ho dihadirkan dalam setiap cerita sebagai benang merah. Dan kisah Dae Ho sendiri layak menjadi puncak cerita. Ini menjadi poin plus tersendiri bagi DAE-HO’S Delivery Service karena mampu menghadirkan banyak tema cerita yang menarik.

Selain kisah hidup Dae Ho, kisah favoritku adalah ‘Cinta datang Terlambat’. Bercerita tentang seorang suami yang jatuh cinta pada istrinya sejak remaja. Saat berhasil mempersunting istrinya beberapa tahun kemudian, ia menjadi suami yang sangat memuja dan mengabulkan apa saja keinginan istrinya. Sayang, istrinya tak membalas cinta yang sedemikian rupa itu. Sang istri malah baru menyadari perasaannya saat semuanya sudah terlambat.

Untuk karakterisasi, aku menyukai cowok sweet berkacamata yang menjadi pemeran utama, Dae Ho. Meski emosinya kerap meledak-ledak, masih sering merasa galau juga, namun seiring perjalanan cerita,karakter Dae Ho mampu bertransformasi menjadi lebih baik. Eh, doi juga cerdas dan tekun loh *cowok impian hihi :D

Mengenai plot, aku rasa plot yang dihadirkan penulis cukup memuaskan. Meski banyak cerita dihadirkan namun cerita yang menjadi benang merah tidak terabaikan. Pelan-pelan rahasia terkuak. Aku cukup dibuat penasaran, apa sebenarnya yang terjadi dengan hidup Dae Ho. Dan tadaaa .. ternyata benar-benar ‘seru’. Um, maksudnya rumit.

Terakhir, untuk pesan moral yang aku dapatkan dari DAE-HO’S Delivery Service ada banyak sekali. Namun, aku akan tulis 3 yang paling menyentuh hati.

1. Kita bisa mengubah takdir kehidupan.

Dalam kehidupan, banyak hal yang kita miliki yang nggak bisa kita pilih, misalnya keluarga. Kita semua pasti ingin punya keluarga harmonis dan berkecukupan. Nyatanya, ada yang terlahir di keluarga harmonis namun kekurangan, tidak harmonis namun berkelimpahan. Atau sialnya, tidak harmonis dan tidak berkecukupan.

Namun percayalah, kita pun bisa mengubah takdir, asalkan berusaha. Tak apa tidak harmonis, mungkin pelukan dari kita yang mampu menghangatkan keluarga. Tak apa tidak berkecukupan, mungkin jerih payah kita yang akan mengangkat kesenangan keluarga.

2. Jangan menyia-nyiakan cinta.

Biasanya, orang lebih tertarik dengan orang yang tidak (atau sepertinya tidak) kelihatan umbaran cintanya. Kita cenderung abai dengan lautan cinta yang diberi, lantas malah mengejar-ngejar secangkir cinta di padang pasir. Baru deh sadar, saat cinta yang biasa dating, mendadak hilang. 


3. Jangan menina-bobokan seseorang (apalagi anak kecil) dengan kebohongan-kebohongan manis.

“Dek, jangan nangis ya, si anu baik-baik saja. Tapi sedang sakit, jadi belum bisa ditemui.” – eh padahal si anu sudah diambang kematian. Hiks.

So, berhenti tipu-tipu. Lebih baik jujur namun menyakitkan, daripada bohong, ujung-ujungnya lebih menyakitkan.

DAE-HO’S Delivery Service direkomendasikan untuk menyelami makna lain kehidupan lewat untaian kata yang menyenangkan. :)

5 komentar:

  1. Ah seru kayaknya :D makasih sharingnya :)

    BalasHapus
  2. Asik banget ya penulisnya bisa jalan2 ke korea jg karena novel ini menang :D

    BalasHapus
  3. Aku lebih suka yang berlatar Indonesia dengan cerita yang sama. Idenya keren. :D Siapa yang mau bikin? :D

    BalasHapus
  4. Sampulnya ngejreng! Lucu kelihatannya

    BalasHapus