Review Dangerous Love – Christina Tirta



Keterangan Buku:
Judul                                                    : Dangerous Love
Penulis                                                 : Christina Tirta
Editor                                                   : Donna Widjajanto
Desain sampul                                     : Marcel A. W.
Penerbit                                                : PT. Gramedia Pustaka Utama
Terbit                                                   : 2015
Tebal                                                    : 296 hlm.
ISBN                                                    : 978-602-03-1679-6





Dunia Catherine luluh lantak saat ibunya menikah lagi dengan Ayah Chantal. Chantal adalah gadis manis yang menyenangkan dan dicintai seluruh dunia. Hanya Catherine yang bertekad membencinya sepenuh hati. Bagaimana tidak? Chantal merebut Mami, satu-satunya orang yang ia sayangi. Chantal bagaikan tsunami yang menghancurkan kehidupan Catherine.

Namun, membenci Chantal bukanlah masalah terbesar Cath.

Hidupnya makin berantakan seperti keping-keping puzzle yang berserakan sejak Christ, pria misterius yang dikenalnya di kafe tenda Joe berhasil mencuri hatinya. Ia terpaksa menjalani kebohongan yang bagai jerat tak berujung pangkal.

Tertatih-tatih Cath berusaha melepaskan diri. Melewati berbagai rintangan yang membuatnya mengalami dan menyadari arti cinta dan benci.

Mencintai dan dicintai.

Membenci dan dibenci.

Sanggupkah Catherine terbebas dari perangkap itu dan menyusun keping-keping puzzle-nya hingga utuh?


Membenci seseorang itu seperti menambatkan beban berat di hatimu. Dan saat kau berhasil menggergaji salah satu rantai besi dan membiarkan jangkarnya terlepas darimu, kau sudah siap untuk maju kembali dan melanjutkan perjalananmu. Kini tinggal satu jangkar lagi yang harus kulepas. (hlm. 277)

Cinderella modern! Itu dugaanku pada mulanya. Namun ke-Cinderella-an novel ini hanya sebatas pada kondisi duda yang memiliki seorang putri menikahi janda dengan status sama. Meski Catherine (putri bawaan mami) digambarkan menyebalkan dan membenci Chantal (putri bawaan om Frans) yang manis dan imut, sebenarnya dia bukan kakak yang jahat. Dia hanya tidak bisa terima saat Chantal “merebut” maminya, sedang ia tidak “mendapatkan” om Frans sebagai papa tirinya (menjelang akhir novel, pembaca baru akan diberi bocoran kenapa om Frans bersikap acuh pada Catherine).

Rentetan masalah sebenarnya bermula dari masa lalu. Baik hubungan mami dan om Frans, juga kemunculan tokoh bernama Christ, si tampan yang berhasil memporakporandakan dunia Catherine. Kebetulan terjadi saat Chantal memohon bantuan Catherine untuk menggantikannya menemui lelaki yang om Frans jodohkan dengannya. Tadaa .. ternyata lelaki itu adalah Christ. Pembaca mulai diajak menebak-nebak, mau dibawa kemana hubungan kita setiap tokoh.

Cerita tidak hanya didominasi oleh karakter utama saja. Ada beberapa karakter figuran yang justru merebut perhatian berkali-kali. Sebut saja Joe, sahabat Catherine yang jago masak. Duh, pengen deh nyicipin kentang gorengnya xD. Ada juga Clara, adik Christ yang jago masak, manis namun sewaktu-waktu ternyata bisa menyemburkan bisa. Dan si Alice yang cantik dan merupakan seorang model. Alice ini adalah adik Marco, pemuda selengekan kekasih Chantal.

Setiap bab dari novel ini seolah memaksa pembaca untuk tidak berhenti. Jujur, aku menyelesaikan novel ini dalam sekali baca (selesai pukul 03.00 dinihari, berakhir dengan demam panas dan flu hebat mhahaha). Salut, penulis mampu membubuhkan lumayan banyak konflik, sekaligus membereskan semuanya saat ending cerita tiba. Meski nggak dikasih bocoran sih, seperti apa hubungan om Frans dan Catherine setelah semua drama dark dalam novel ini usai.

Terkecoh dengan covernya, aku kira isinya akan sangat erat kaitannya dengan dunia balerina. Eh salah. Menurutku, akan lebih greget kalau covernya menampilkan Catherine yang judes, Canthal yang manis, Christ yang tampan juga Marco yang macho.

Overall, novel ini sukses membuat jantung berdebar, namun senyum riang menghiasi saat ending. Puas! Recommended!

4 komentar:

  1. Kalau diliat dari cover, aku nebaknya ini YA. Apa betul kak? Tapi kalau dari sinopsisnya, ada teenlit-nya juga.

    Btw, tentang cover. Ada kesamaan dikit sama novelnya Agatha Christie judulnya aku lupa hahaha. Kalau AC gambar sepatunya fantofel putih/krem. Ga mirip ya, hehehe.

    Like this review. Makin penasaran aja sama karakter para cowoknya. Jiahahaha. Aku juga pengen tahu alasan franz jadi cuek

    BalasHapus
  2. Konfliknya menarik soalnya masuk kehidupan sehari-hari yg deket sama tiap orang,tapi aku penasaran ceritanya kayak gimana soalnya konflik kayak gitu kan rasanya udah banjir dimana-mana tapi mbak Intan nulis direview kalo pembaca serasa dipaksa baca sampe selesai sampe reviewernya gak tidur sampe jam 3 subuh (kalo aku yg kayak gini pas besoknya sekolah,pasti didamprat ortu)
    Kalo menurut mbak Intan sendiri nih novel genrenya apa ya??aku penasaran mau tahu hehe
    Jadi pengen tau kenapa om Frans gak care sama Catherine,gimanapun juga kan tetep aja anak ya butuh perhatian sama kasih sayang meski cuma anak tiri
    Btw baru baca deskripsi kecil karakternya Clara aku udah tertarik nih sama dia,kenapa ya?
    Moga kapan2 bisa nyusulin mbak Intan baca nih buku
    Covernya gak sbrapa bikin kepincut,tapi aku suka kesan kalem sama softnya hihi

    BalasHapus
  3. Setuju sama mbak! Aku suka dg cara penulis menyimpan semua rahasia yang dialami oleh Cath dan Christ. Memang sih ditunjukkan lewat kode-kode, tapi itu malah buat aku nggak berhenti mikir kemungkinan kelanjutan ceritanya hehe..

    BalasHapus
  4. Setuju sama mbak! Aku suka dg cara penulis menyimpan semua rahasia yang dialami oleh Cath dan Christ. Memang sih ditunjukkan lewat kode-kode, tapi itu malah buat aku nggak berhenti mikir kemungkinan kelanjutan ceritanya hehe..

    BalasHapus