(Review dan Giveaway) SALON TUA – Christina Juzwar


-Salon Tua

Keterangan buku :

Judul : Salon Tua
Penulis : Christina Juzwar
Penyunting : Pratiwi Utami & Dila Maretihaqsari
Perancang dan ilustrasi sampul : Rony Setiawan
Pemeriksa aksara : Intan
Penerbit : Bentang Belia
Tahun terbit : November 2015 (cetakan pertama)
ISBN : 978 – 602 – 1383 – 51 – 3
Tebal : iv + 228 hlm
Genre : Darklit
-Buntelan dari kak Christina Juzwar


Meski Mama telah menyulap rumah tua itu menjadi salon sekaligus hunian yang layak ditinggali, sejak awal Elena menyadari ada yang tidak beres. Rumah itu menyimpan misteri. Elena sering mendengar suara-suara ganjil dari kamar sebelahnya, yang kosong. Bau tak sedap juga menguar dari situ. Dan, betapa kagetnya Elena ketika sosok itu datang menghampirinya. Gadis berambut panjang dengan muka rusak mengerikan.

Apa ini ada hubungannya dengan musibah kebakaran dan pembunuhan yang konon terjadi di rumah itu 20 tahun yang lalu?

Rumah semakin diliputi hawa mencekam sejak Mama memperkerjakan dua karyawan di salonnya. Keganjilan demi keganjilan mengusik Elena setelah itu. Hingga puncaknya ,pelanggan-pelanggan salon Mama menghilang, lalu ditemukan beberapa hari kemudian dalam keadaan tewas mengenaskan, dan…

tanpa rambut!


---


-Salon Tua

Tragedi perceraian orangtuanya menyebabkan hidup Elena jungkir balik. Terlebih saat sang papa tanpa belas kasihan mengusir ia dan mama Clara keluar dari rumah nyaman yang mereka tempati di Jakarta.

Karena keterbatasan dana, Elena dan mama terpaksa pindah ke sebuah rumah yang lama tak berpenghuni di pinggiran Bogor. Alasannya, karena rumah itu dijual murah dan ada bekas salon rumahan. Mama Clara berharap ia bisa kembali menekuni hobinya itu sekaligus mencari nafkah saat pindah ke sana.

Namun pindah ke rumah yang ‘tak indah’ bukan perkara enteng. Rumah itu menyimpan terlalu banyak misteri. Dari mulai bau kamar yang amis dan gosong, boneka menyeramkan yang muncul tiba-tiba hingga menghilangnya pelanggan-pelanggan di salon mama Clara.

Sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu?

Sanggupkah Elena dan mama Clara bertahan menghadapi semua kengerian yang ada?


--


Kali ini aku mencoba keluar dari zona nyaman. Meninggalkan tumpukan buku bergenre romance dan melahap karya terbaru kak Christina Juzwar, Salon Tua.

Jangan bayangkan aku berani membaca buku ini sendirian di malam hari ya. Baru melihat covernya saja, aku sudah keder. Jadi aku menyiasatinya dengan membaca di pagi atau siang hari, saat tidak sendirian. Aih, tapi tetap saja aku  merinding disko dalam banyak adegan. Ditambah ilustrasi seram yang nongol di setiap awal bab. Meskipun ilustrasinya sama dari awal hingga akhir, tapi tetep aja terkaget-kaget. Duh!

Salon Tua mengambil tema yang menarik, bukan sekedar menonjolkan misteri tanpa logika. Ada cerita di masa lalu yang mau nggak mau akan kita merenung dan mengucap janji untuk tidak menjadi orangtua yang pilih kasih dan suka menghukum sembarangan. Ada tragedi perceraian yang menusuk hati. Betapa dampak perceraian sangat mengerikan.  Selalu ada penyebab masuk akal untuk kejadian menyeramkan di buku ini. Tidak lantas menjadi seperti itu ‘karena sudah takdirnya’.

Menghadirkan Elena dan mama Clara sebagai tokoh utama. Elena digambarkan sebagai gadis yang kerap sinis dan masih susah move on dari kehidupannya yang nyaman di Jakarta. Ia kerap meyalahkan papa hingga berakibat menyakiti hati mamanya.

Sedangkan mama Clara digambarkan sebagai mama-mama yang optimis, pemberani, cuek gosip dan lembut. Mama-mama idaman. Tapi satu yang kadang bikin gemes, kadang mama Clara terlalu berpositif thingking. Sifat yang nggak direkomendasikan saat kita tengah dikuntit psikopat.

Selain itu, ada tokoh-tokoh pendukung cerita ini. Ada Aldo dan Bintang yang menjadi teman Elena di kampus. Bocoran dikit, adegan-adegan manis yang dilalui Aldo dan Bintang cukup menjadi oase ditengah ketegangan yang dihadirkan dalam banyak adegan lainnya. Porsinya pas.

Selain itu ada pula Lintang dan Angela, karyawan di salon mama Clara. Kehadiran mereka berdua sukses membuat cerita makin seru (baca : ngeri). Juga kehadiran tokoh-tokoh ‘sekali lewat’ seperti mbak Gendis dan ibu Tari, dirasakan bukan hanya tempelan belaka, melainkan mengurai benang merah dalam Salon Tua.

Diceritakan lewat angle orang ketiga dengan plot maju mundur, mampu membuat Salon Tua membuatku excited membaca hingga akhir. Banyak kejutan. Aku kadang membaca sambil waspada, “bentar bentar .. yang ini kira-kira orang beneran bukan?” nyahahaa! *parnoan nih

Namun demikian, masih ada beberapa percakapan yang terkesan berbelit-belit dan (menurutku) bisa dihilangkan. Ada juga beberapa rangkaian kata yang disajikan berulang kali, seperti “cewek berambut panjang itu” “pikirannya kembali melayang ke masa lalu”.

Menjelang akhir, ada beberapa hal yang membuatku sedikit bingung lantas memutuskan membaca ulang lagi di bagian tertentu. Salah terka iya, nggak nyangka juga iya. Namun overall, buku ini bagus. Nggak bikin mimpi buruk, tapi ngasih pesan moral yang kece.

Penasaran ya? :p

Kamu harus baca sendiri Salon Tua dong! Direkomendasikan banget buat Ketimpukers yang hobi baca genre-genre darklit.

Kabar baiknya, aku dan kak Christina Juzwar bakal ngebagiin satu eks Salon Tua. Yuhuuu ..

-Salon Tua

Kamu mau?

Caranya MUDAH.

1. Follow akun kak Christina Juzwar : @Christinajuzwar

2.Share link postingan giveaway ini di akun twitter kamu. Minimal sekali (maksimal ga dibatesin asal jangan nyepam. Hihi). Jangan lupa mention akun @Christinajuzwar & @Inokari_. Plus sertakan cover buku Salon Tua dengan hestek #SalonTua.

3. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar disertai nama lengkap, akun twitter, link share info giveaway. 

“Seandainya kamu berada di posisi Elena, apakah kamu akan bertahan di rumah tua itu atau tidak? Berikan alasannya.”

Giveaway ini berlaku sejak postingan ini dipublish hingga 15 Desember 2015 pukul 24.00 WIB


Ditunggu partisipasinya ya Ketimpukers yang kece-kece :D

30 komentar

  1. Nama: Anastasya Sekartaji
    Twitter: @sekarats
    Link share: https://twitter.com/sekarats/status/674388961859514368?p=v

    “Seandainya kamu berada di posisi Elena, apakah kamu akan bertahan di rumah tua itu atau tidak? Berikan alasannya.”

    Jawabanku: Ya! Aku akan tetep bertahan di rumah tua itu apapun yang terjadi. Meskipun mungkin dengan tinggal disitu bakalan merinding disko tiap hari, tapi (kayaknya) asyik punya rumah kayak gitu. Rumah angker; selalu diliputi misteri di setiap sudutnya. Plus salon tua yang 'dihidupkan' lagi sama Mama Clara. Sejak Mama Clara membuka salon itu, para pelanggan salonnya hilang satu persatu dan ditemukan tewas... Tanpa rambut! Nah ini yang jadi misteri. Mungkin saja, misteri itu ada di rumah tua itu sendiri. Sebagai penghuni rumah, ya aku bisa menyelidiki lebih jauh. Dan mungkin (lagi) aku bisa mecahin misteri itu. Mengungkap sosok apa yang sebenarnya ada di rumah itu. Dan setelah terungkap, aku dan Mama Clara bisa hidup tenang dan damai tanpa dihantui rasa was-was :)

    jawabanku agak nggak nyambung ya? Gapapa lah. Cuma berniat ikut ngeramein doang kok >.<

    BalasHapus
  2. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Link share:https://mobile.twitter.com/Kimol12/status/674398691210362884

    Jawaban:

    Waw...ini situasi yang sulit, menakutkan sekaligus menantang yee...
    Mungkin kalo normalnya, jika dihadapkan situasi seperti itu seseorang akan bertindak cari aman aja, pergi dari rumah itu. Tapi kalo aku sih, menilik dari pengalamanku selama ini yang dulu juga pernah melihat penampakan makhluk astral dan sering sendirian juga di rumah (kalo ortu lagi keluar) dengan segala macam suara aneh, sepertinya aku memilih mencoba untuk tinggal. Terlebih di situasi kesulitan ekonomi seperti itu, no choice i think.

    Nah, kalo Elena sendiri, maka aku akan mengajak keponakanku yang indigo untuk berusaha mengungkap misteri yang ada di rumah itu. Tentunya dengan sangat hati-hati. Rasa takut tentu ada, tapi aku yakin bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna di antara semua makhluk. So, aku akan menebalkan keberanian, berusaha, dan berdoa mempercayakan semua kepada Allah yang Maha Esa.

    Terima kasih :D

    BalasHapus
  3. enggak... aku bakal pindah.
    Takut hidup dlm ketidak nyamanan.
    lama-lama bisa gila sendiri.
    nama : emma
    twitter : @EmmaNoer22
    domisili : pekan baru riau
    link share : https://mobile.twitter.com/EmmaNoer22/status/674404844149559296?p=v

    BalasHapus
  4. Nama: Yennesy Damayanti
    Twitter: @chi_yennesy
    share: https://mobile.twitter.com/chi_yennesy/status/674419778505695232?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C9218621085
    Serem sih tinggal di rumah yang tua dan berbau mistis, kalau saja bisa mungkin aku udah ngacir ambil langkah seribu dari pada berhadapan dengan makhluk gaib. Namun jika aku dalam posisi Elena, yang sedang dalam masalah ekonomi, pasca perceraian mama dan papa. Kayaknya kok egois kalau minta pindah, ujuk2 mama punya harapan akan salonnya, dan jual beli rumah gak segampang jual gorengan. Nah, mama Clara saja punya sifat optimis, aku harus mencoba optimis, mengurai kusut dan mencari solusi.
    Menghadapi makhluk astral tentu harus hati-hati. Pertama aku mencari bantuan orang yang lebih paham masalah begituan, kalau bisa bagaimana agar hantu itu gak mengganggu lagi, syukur-syukur pergi. Karena masalahnya adalah masa lalu yang belum tuntas, walaupun takut aku penasaran juga, dan sebisa mungkin mencoba memecahkan, agar si gadis itu bisa tenang di alamnya.

    BalasHapus
  5. Nama : Gilang Maulani
    Akun Twittee : @gemaulani
    link share : https://twitter.com/gemaulani/status/674435077527310336
    Jawaban : Karena Elena mempunyai sifat sini, maka jika aku jadi Elena aku akan tetap bertahan di rumah tua itu. Meskipun tidak nyaman, tapi aku tidak ingin mengecewakan mama. Selain itu rasa penasaranku atas kejadian-kejadian aneh yang menimpa pelanggan mama serta gadis berambut panjanh dan muka seram yang menampakkan dirinya membuatku ingin mengetahui apa yanh sebenanya terjadi. Aku akan mencari jawabannya melalui lingkungan sekitar. Siapa penghuni rumah tua ini sebelumnya. Apa yang terjadi pada keluarga mereka dan apa keinginan gadis bermuka seram itu sebenarnya. Tentu saja aku akan meminta bantuan pemuka agama setempat untuk berinteraksi dengan gadis itu. Agar kelak aku dan mama bisa tinggal dengan aman dan damai di rumah ini. Agar pelanggan salon mama semakin banyak dan tidak perlu tewas mengenaskan. Agar nantinya aku dan mama bisa pindah kembali ke Jakarta.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Nama: Bintang Permata Alam
    Twitter: @bintang_ach
    Link share : https://mobile.twitter.com/Bintang_Ach/status/674430639303581696?p=v
    .
    .
    .
    Seandainya kamu berada di posisi Elena, apakah kamu akan bertahan di rumah tua itu atau tidak? Berikan alasannya.”
    .
    .
    Haha. Kalo pertanyaan kek gini mah jawabnya gausah peres. Jujur aja kali. Jujur, aku ini pribadi yang sangat penakut. Sekadar ngambil nasi di dapur aja kadang sambil lari.*cemenbangetdahgue.
    Tapi aneh.. aku tu suka segala sesuatu berbau horor, termasuk buku. Aku tuh SUKA KOLEKSI NOVEL GENRE HOROR ATAU DARKLIT kek gini *kode *iykwim.
    .
    Ok. Kalo misal aku ada di posisi Elena, tanpa pikir panjang lagi aku bakal kabur dari rumah itu. Udah gak usah payah2 cari misteri2 yg gak jelas. Belum tentu juga kalo situ berani, hahaha.
    Udah bulatt..pokoknya aku bakal pergi ninggalin rumah itu. Karena apa? Ya karena tadi.. aku tu penakut level akut. Jujur ya... aku nggak punya sedikitpun nyali untuk menghadapi keadaan seperti itu. Bahkan paranormal yg sering jumpa hantu aja kadang juga masih gemeter kalo ketemu mereka. Contoh, risa saraswati. Meski pada dasarnya ia bersahabat dg hantu & paranormal juga, tak jarang risa ini dibuat bergidik ketakutan kalo liat hantu2 serem.
    Jadi menurutku... ya lihat kemampuan diri sendirilah. Gausah berprinsip mau nyari misteri2 yang tersembunyi atau nganggap ini keadaan menantang yang harus diselidiki. Gausah penasaran sama sosoknya kek gimana.
    Duh... gausah... ntar kalo tu hantu tiba2 muncul di hadapan kita terus nakut2in kita, toh pasti kita juga bakal ngaciirrr.. ya nggak?
    Hahahhaa...
    .
    .
    Oya, anw di novel ini ada tokoh namanya Bintang ya?
    Wah samaan berarti :D .
    Aku rasa, Bintang kalo ketemu Bintang cocok deh kak. Biar kembaran gitu. Kayaknya match gituu berdua. Ya, nggak? *kodekeras =D
    .
    .
    Ok. semoga jawabanku yang cemen ini bisa membawa keberuntungan. Ihiiyy ~.
    .
    Thanks :D

    BalasHapus
  9. Nama: Riqza Nur Aini
    Twitter: @riqzanainiee
    Domisli: Demak,Jateng
    LinkShare GA #SalonTua: https://mobile.twitter.com/riqzanainiee/status/674439548349231108?p=v
    .
    .
    “Seandainya kamu berada di posisi Elena, apakah kamu akan bertahan di rumah tua itu atau tidak? Berikan alasannya.”
    .
    .
    AKU AKAN TETAP BERTAHAN DISANA!YA BERTAHAN!
    Walaupun aku tinggal disana dengan setengah hati,aku akan tetap tinggal disana meski kerap diganggu oleh 'sesuatu'.Karena apa?Karena ibuku sudah menyulap rumah tua dan salon tua itu menjadi layak untuk ditempati.Aku tidak akan membiarkannya pontang-panting lagi mncari tempat tinggal.Beliau sudah cukup berjuang agar kami punya tempat tinggal.Lalu mengenai suara-suara dan bunyi-bunyi aneh di ruangan sebelah kamarku itu aku rasa 'maklum' lah orang juga asalnya dari 'rumah tua' yang mungkin dulunya ada 'hal-hal' aneh yang terjadi disana,juga mengenai 'Salon Tua' itu.Aku bukanlah anak yang cengeng,bukan anak yang penakut,dan anak yg minder.Aku akan berusaha mencari informasi mengenai asal muasal rumah tua itu.Siapa penghuni pertamanya,tahun berapa rumah itu dibangun,atau soal sejarah apa yang terjadi dirumah tua itu,akan aku cari tahu semua itu.Dan untuk mengetahui semua ituuu aku akan langsung investigasi ke ruma-rumah disekitar rumah baruku itu,barangkali tetangga disana bisa menjadi tempatku untuk memperoleh informasi dan memulai penyelidikanku di rumah itu.Kemudian aku akan memulai penyelidikanku dirumah,berkeliling dan memasuki setiap ruangan disana mungkin saja aku akan menemukan sesuatu yang bisa menjadi petunjuk buatku.Begitu terus yang akan aku lakukan sampai aku bisa mengungkap apa sebenernya yang terjadi di rumah ku itu dan darimana asal muasal suara 'aneh itu.Agak ekstrim sih karena berurusan sama makhluk halus,tapi jika berhasil aku bangga juga kan karena punya pengalaman mistis,xixixixxii
    JEEDDDYAAAAAARRRRRRRRR!!!
    Hati-hati dengan rambutmu!
    #SalonTua

    BalasHapus
  10. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    https://twitter.com/RiniCipta/status/674514996630437889

    Selagi masih ada pilihan lain, aku akan memilih untuk pergi dari rumah itu. Sayang sama otak dan ingin jantung sehat sih. Kebayang aja, tiap saat merinding disko dibuatnya. Apalagi aku orangnya parnoan dan anak rumahan banget, bisa-bisa aku akan berusaha untuk selalu tidak berada di rumah. Rumah bukan lagi tempat ternyaman untuk menghabiskan sebagian besar waktuku.
    Tapi kalau memang terjebak dalam situasi sulit itu. Aku akan minta sama mama untuk 'membersihkan tempat itu'. Sesuai dengan kepercayaanku, saat rumah itu akan dibangun/direnovasi harus diupacarai dulu. Sebelum masuk untuk menempati rumah itu juga harus diupacarai. Istilahnya dibersihkan gitu, dinetralisir keadaannya dan sekalian minta ijin juga agar bisa hidup berdampingan jika mereka yang kasat mata tidak terlihat juga tinggal disana.
    Biasanya, mereka yang begitu juga masih terjebak di dunia kan? Jadi kalau selama kami bisa bantu untuk melapangkan jalannya ya dibantu. Pokoknya agar kami tidak saling mengganggu saja deh.

    BalasHapus
  11. Nama: Eris Andriani
    Twitter; @RizAnNie88
    Link share: https://twitter.com/RizAnNie88/status/674520551939936256

    Aku akan tetap bertahan dikarenakan tidak ada tempat tinggal lain dan keterbatasan keuangan. Dan juga rumah itu sudah dibuka untuk usaha, kan sayang kalau ditinggalkan begitu saja. Setidaknya hanya cara inilah yg membuat ku bertahan. Sebenarnya something itu mungkin agak sedikit terganggu, namun bila kita tidak mengganggu Insya Allah tidak akan apa.apa.

    Karena aku sendiri pernah tinggal dirumah berlantai 2 dimana lantai 2 terdapat something, tiap tidur di lantai 2 kasur yg ditempati selalu bergoyang.goyang sendiri, tiap tengah malam seperti ada orang yg berjalan didepan pintu kamar, suka paranoid juga dirumah sendirian trus keadaan lagi hujan dengan something hehehe.

    Awalnya sih sempet takut tapi asal yakin bahwa tidak ada niat mengganggu,dan ingat bahwa Allah selalu melindungi kita Insya Allah tidak apa.apa

    Sekian ^_^ tapi harus tetep hati.hati ya guys :)

    BalasHapus
  12. Bintang Maharani
    @btgmr
    https://twitter.com/btgmr/status/674539934619971586

    Tetap tinggal. Sebenarnya alasan utama saya karena saya nggak mau egois. Saya harus mikirin mama juga. Belum tentu mama setuju kalau diajak pindah. Belum tentu kami bisa dapat rumah yang sama murahnya. Lagian kasian kan mama, habis beli rumah itu pasti nggak punya duit lagi buat pindah ke mana gitu buat beli rumah baru atau ngontrak. Nggak akan semudah itu buat batalin perjanjian beli rumah trus duitnya minta dibalikin lagi.
    Lagipula nggak seharusnya kita takut sama mereka, sama makhluk halus itu. Mereka yang harusnya takut sama kita. Selama iman kita kuat, mereka nggak akan bisa mau macem-macemin kita. Kita datang ke rumah itu bukan ada maksud mau ngacauin 'kandang' mereka. Kan itu sebuah rumah yang memang untuk dihuni manusia. Berarti siapa dong yang numpang? Masa manusia yang numpang? :D
    Dan pada dasarnya tiap rumah pasti ada kok 'penunggunya'. Pasti. Sekali pun rumah itu rumah 'normal' yang dihuni manusia dan selalu disholatin, dingajiin, dsb. Bedanya, makhluk halus itu pada berani ganggu kita atau nggak? Kitanya bisa tahan atau nggak? Itu aja.

    BalasHapus
  13. nama lengkap : Annisa Zulfa Nur Azza
    akun twitter : @annisa_nurazza
    link share info giveaway : https://twitter.com/Annisa_nurazza/status/674451260045586433

    YA. aku bakalan tetap di situ , aku ingin menyelidiki ada apa sebenarnya dibalik kasus itu semua. aku yakin jika sesuatu itu bisa diketahui baik atau buruk pasti akan mempunyai jalan keluar yang menjadikannya lebih baik. Dan gak seru kalau , tahu ada kayak gitu terus pindah ... emang sih raga ku udah gak disana tapi pikiran ku pasti masih disana mikirin ada apa di balik itu semua dan gak akan bisa hidup tenang sebelum tahu ada hal apa . jadi percuma aku pindah , karena pasti bakalan tetep "terhantui" oleh pikiran aku sendiri . Kalau kita udah tau dan semuanya jelas ada apa dan udah ketemu jalan keluarnya. That is choice , mau pilih tetep disitu atau pindah yah gak masalah tapi kita udah tenang gak bakalan kepikiran . Karena kalau aku ngotot disitu tapi kan ada mama mungkin aja di trauma atau apa jadi gak bagus. Tapi tetep aku bakal bilang ke mama buat nyelesain masalah ini baru pindah .

    BalasHapus
  14. Nama: Didi Syaputra
    Twitter: @DiddySyaputra
    Link Share: https://twitter.com/DiddySyaputra/status/674696703845400577

    Jika berada di posisi Elena. Meskipun harus diliputi rasa takut dan was-was. Tapi aku lebih memilih bertahan. Apalagi dengan keadaan yang saat ini serba minim terutama dalam hal pendanaan, mau nggak mau kudu tetap bertahan di Salon Tua tersebut. Walau bagaimana pun, misteri-misteri aneh di Salon Tua harus segera diungkap, terlebih dengan adanya korban yang berjatuhan, aku nggak bisa cuma diam, semuanya tanggungjawabku sebagai pemilik Salon Tua. Juga karena aku tuh tipe sedikit over penasaran terhadap sesuatu yang aneh dan di luar logika, maka nggak ada salahnya mencoba menyelidiki kasus ini. Namun tetap harus berhati-hati dengan segalanya, dan tujuan utama tinggal di Salon Tua bukan untuk menganggu mereka (makhluk halus), jadi aku yakin selama niat kita baik, mereka nggak akan pernah mau mengganggu.

    BalasHapus
  15. Neneng Lestari
    @ntarienovrizal
    https://twitter.com/nTarienovrizal/status/674738472503009281

    BIG NO ....
    pindah pindah pindah ....

    mending kalau cuma di ganggu hantu. Setidaknya cuma sport jantung aja tiap hari (terutama malam hari)

    nah kalau psikopat?

    Gak mau dech sama sekali. Psikopat itu lebih seram daripada hantu, lebih nyata dan lebih kejam/sadis.

    BalasHapus
  16. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnahinju2chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/674758337423007744

    Jawab : Meski harus mengalami ketakutan karena teror yang mencekam, aku akan memilih Bertahan. Kalau pun pindah belum tentu teror itu akan hilang. Karena jika dipikir-pikir biasanya teror tetap bisa mengikuti ke mana pun kita pergi. Dari pada terus diikuti lebih baik aku mencoba mencari tahu misteri apa yang sebenarnya terjadi di rumah ini. Setiap hal itu bisa terjadi karena ada asal muasal. Jika memang ada teror seperti ini mungkin dulunya ada something yang terjadi namun belum tercium khalayak, mungkin teror bisa jadi cara dia meminta tolong. Jadi selidiki kasusnya untuk menghilangkaan teror. Maklum insting detektif yang suka penasaran. Selain itu untuk menghalau rasa takut, bisa dong diatasi dengan banyak membaca doa dan tenang. Mengingat bahwa sejatinya manusia itu lebih kuat dari hantu. Hantu tidak akan muncul jika kita tidak takut. Soalnya aku kerap mengalami. Sugesti kadang bisa membuat ketakutan sendiri.

    BalasHapus
  17. Nama : Tasya
    Twitter : @tasyaamanda95
    Link share : https://twitter.com/tasyaamanda95/status/675225936908984320

    Jika diposisi Elena, aku akan bertahan meskipun ada perasaan takut yang terus menghantui. Alasannya karena aku tidak ingin membebani pikiran mama karena harus pindah rumah dan mengeluarkan dana lagi. Dan aku sebagai pemilik salon mengetahui pelanggan-pelangganku menghilang misterius, hal itu juga sebagai tanggung jawab ku untuk turut menyelesaikan teror tersebut.
    Tapi yang utama kita harus terlihat berani dan tidak mengganggu agar makhluk halus itu tidak menyakiti kita. Dan yang paling penting percaya dan berdoa kepada Tuhan untuk melindungi kita dari segala macam gangguan dan bahaya.

    BalasHapus
  18. Tri Indah Permatasari
    @LiebeIs0503
    https://mobile.twitter.com/LiebeIs0503/status/675507005486854146?p=v


    Buat aku sih, selama masih ada teman tinggal di rumah tua itu. Aku ngak bakalan main pergi saja, toh itu kan sudah jadi rumah kami. Kami pemiliknya, maka kami harus tetap disana. Untuk masalah misteri disana, harus segera diselesaikan! Apa salah kami harus berlari dari ketakutan yang bukan disebabkan oleh kami? Karena itu, kalau hantunya bisa diajak komunikasi sih enak, minta bantuan buat nyelesaiin masalah rumah hantu itu. Kalau perlu tanya sama para tetangga, polisi atau siapapun yang tahu kisah sebenarnya dari misteri rumah itu. Harus dikuak sampai akhir. Kalau mayatnya ternyata masih ada, ya harus ditemukan dan dikubur. Buat masalahnya clear pokoknya. Lagian hantu kalau maish gentayangan pasti karena ada masalah yang belum terselsaikan. Walaupun aku tidak tahu secara detail cerita menyeramkannya seperti apa? matinya kenapa? Tapi yang jelas aku akan tetap disana mempertahankan rumahku! Membantu menyelesaikan masalah dirumah itu! Sampai aku akhirnya bisa hidup nyaman disana.

    BalasHapus
  19. Nama : Rizky Novianti
    Twitter : @ritzkyy99
    Link share : https://twitter.com/ritzkyy99/status/675595625103122433

    Sebenernya sih saya ngeri juga kalau dihadapkan sama makhluk dunia lain. Ada dua opsi :
    1. Kalau cuma sebatas lewat-lewat bikin merinding atau bikin suara-suara aneh sih saya bakal memutuskan untuk tetap tinggal di rumah itu. Selama dia nggak mengganggu saya sampai saya depresi sih ya buat saya nggak papa.
    2. Kalau hantunya 'nakal banget' dan suka menampakan diri. Nah ini nih yang jadi masalah terbesar. Saya jadi inget sama film The Conjuring dan The Exorcist di mana ada acara pengusiran roh jahat di rumah itu. Yakali bisa saya tiru dengan memanggil ustadz atau apa gitu yang bisa mengatasi hal-hal begituan *eh* yang penting hidup saya dan Mama bisa tenang -___-

    Jadi, pada intinya baik itu hantunya biasa-biasa aja atau nakal banget, saya tetap akan bertahan di rumah itu. Masa iya kalah sama hantu *padahal keder juga* lagian kan saya sama hantunya itu beda dunia. Tempat si hantunya juga jelas bukan di tempat itu lagi. Jelas sih hal-hal yang berhubungan sama pengusiran begituan nggak pernah mudah (terinspirasi dari film-film horor yang saya tonton) tapi paling nggak masalah si hantu udah berusaha untuk saya selesaikan. Lagipula, itu rumah udah jadi milik kita dan hantunya juga nggak punya surat-surat tanahnya please deh *eh* XD
    Kalau hantunya nggak mau pergi juga, mungkin kami bisa bikin perjanjian sewa buat hantunya karena numpang di rumah saya *kidding* Maksudnya perjanjian kalau emang mau tinggal bareng ya sebaiknya saling menghormati, jangan mengganggu satu sama lain biar enak gitu lho hidupnya. Saya mah nggak mungkin bisa ganggu dia, tapi dia? Sekali lewat aja bisa bikin saya depresi XD
    Terimakasih :)

    BalasHapus
  20. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/675647965550108672

    Aku harus bisa bertahan demi mama. Tidak mungkin aku bilang ke mama untuk pindah secepatnya padahal mama masih baru saja mulai usaha buka salon dan baru pindah di rumah baru setelah proses perceraian selesai. Aku tidak ingin menyusahkan mama dan mencoba untuk tetap berpikiran positif tentang kejadian di rumah tua aneh ini. Hal pertama yang harus aku lakukan adalah mencari alasan kenapa hantu itu terus-menerus meneror aku dan mama sampai pelanggan mama pun harus menjadi korban. Demi mama akan aku lakuin apa saja walaupun harus diteror setiap hari tapi aku juga harus melindungi mama. Rasa takut hilang seketika melihat mama berjuang keras menghidupi kami. Aku juga berharap dapat membantu gadis itu setelah aku menemukan fakta apa saja yang terjadi di rumah ini sehingga dia bisa tenang. Jadi, aku dan mama pun bisa tenang.

    BalasHapus
  21. Untuk psikopat, aku rasa harus lapor polisi terlebih dahulu untuk berjaga-jaga. Kalau dia mulai melakukan tindakan aneh (di luar logika), polisi dapat membantu kita terhadap hal yang tidak diinginkan. Paling penting adalah keselamatan mama karena hanya mama yang aku miliki di dunia ini. Aku tidak mau mama tersakiti lagi walaupun terkadang perasaan marah itu ada. Aku ingin menjadi pemberani seperti mama.

    BalasHapus
  22. Nama: Ananda Nur Fitriani
    Twitter: @anandanf07
    Link share: https://twitter.com/anandanf07/status/675782232842219520

    “Seandainya kamu berada di posisi Elena, apakah kamu akan bertahan di rumah tua itu atau tidak? Berikan alasannya.”

    Jujur, aku pasti ga akan tahan, tapi aku akan berusaha bertahan :D kenapa? Karena kalau ga tahan, mau gimana? pindah rumah lagi? No. Itu ribet, dan menurutku misteri ini bukan hanya tentang hantu biasa (di review kak ino bilang ada psikopat kan :p), jadi percuma saja kalau kita melarikan diri dengan cara pindah rumah. Aku sih akan lebih memilih bertahan dan menyelidiki permasalahannya supaya aku dan mama ku dapat hidup tenang kembali. Oh ya, ditambah lagi disini aku ga sendirian, ada mamaku yang selalu menemani! Jadi ga ada alasan untuk takut deh ^^

    Thankyou for the giveaway :))

    BalasHapus
  23. Nama : Aulia Resky
    Twitter : @AuliaaRez
    Link share : https://mobile.twitter.com/AuliaaRez/status/675962779925422080?p=v


    “Seandainya kamu berada di posisi Elena, apakah kamu akan bertahan di rumah tua itu atau tidak? Berikan alasannya.”

    Kalau aku pribadi sih engga bakal pergi. Jujur nyari rumah yang murah dengan uang yang pas-pasan tuh sangat susah. Ga mungkin kan mau ngontrak? Mending beli deh, ga bakal ada yang namanya Ibu Kontrakan yang nagih-nagih mulu. Mending tetep bertahan sampai titik darah penghabisan:3 Kalau emang ganggu banget hantunya mending panggil deh kyai, ustadz untuk ngebantu ngusir si hantu, terus di ngajiin tuh rumahnya tapi kalau yang non muslim bisa panggil pendeta atau pastur buat ngebantu. Kalau di suruh menyelidiki aku mah ogah. Berurusan dengan makhluk gaib tuh bahaya:v panggil aja aku cemen:v Lagian drajat manusia dengan makhluk gaib kan tinggi drajat manusia. Kenapa musti takut? Sebenarnya aku juga memang bisa melihat yang seperti 'itu' alias indigo dan aku biasa aja, asal jangan takut, kalau takut malah makin di gangguin-_-

    BalasHapus
  24. Nama: Nur Ramadhani Anwar
    Akun twitter: @DhaniRamadhani
    Link share: https://twitter.com/DhaniRamadhani/status/676264264751931393

    Gimana kalau jadi Elena? Well, kalau mengikuti pribadi saya yang penakut tapi tingkat penasarannya level tinggi, saya bakal betah-betahin tinggal di rumah itu. Walau saya bakal ketakutan, tapi setidaknya rasa penasaran saya bisa terbayangkan. Saya bakal takut ke wc sendirian, tapi malah nonton film horror sendirian, sama ajakan walau saya penakut saya tetep tinggal di rumah.

    Kali aja, si penunggunya bisa dibantu memecahkan kenapa dia bisa tidak tenang. Ok, ini bukan di film2 saja, pasti bakal ada di kehidupan nyata. So, saya akan tetap mencari tahu meski takut. itu prinsip orang keras kepala loh.

    So Intan, menangin saya yang tingat penasarannya tinggi ini dong... Kalau gak.... hihihiii tunggu pembalasan saya. Ngakak kalem

    BalasHapus
  25. nama lengkap: Fembi Rekrisna Grandea Putra
    akun twitter: @fembi_rekrisna
    link share info giveaway: https://twitter.com/fembi_rekrisna/status/676271774984593408

    Seandainya saya berada di posisi Elena, saya tetap akan bertahan di rumah tua itu, karena kondisi keluarga yang sedang tidak baik dan kondisi keuangan yang tidak memungkinkan untuk berpindah rumah lagi. Sebagai orang gampang penasaran, saya akan kepo-in sosok gadis berambut panjang itu, bagaimana dia meninggal, kenapa dia kerap muncul, dan apa yang diinginkan. Kalau saya bisa memecahkan masalahnya, mungkin dia bisa balik membantu memecahkan masalah saya, positive thinking saja. :)

    BalasHapus
  26. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/676611809734823936

    Kalau saya berada di posisi Elena, saya akan memilih bertahan di rumah tua itu. Alasannya selain karena nyari rumah yang murah sekarang gak gampang bok, hehe, saya juga ingin menguak penyebab timbulnya masalah yang terjadi setelah saya tinggal disana. Saya yakin, 'penghuni' rumah itu sengaja memilih kami untuk membantunya menuntaskan masalah yang pernah terjadi 20 tahun yang lalu. Saya yakin 'mereka' tidak berniat mengganggu, hanya saja cara seperti itu lah yang berhasil membuat kita menyadari keberadaan mereka. Ditambah karena sudah jatuhnya korban, semakin mendesak saya untuk menguak apa yang sebenarnya terjadi karena saya tidak ingin jatuh korban lagi dan saya juga tidak ingin nama salon mama saya jadi tercemar dan bahkan saya tidak ingin mama saya juga menjadi korban. Jadi, saya memutuskan untuk tetap tinggal dan dengan meminta bantuan mama, teman-teman, masyarakat dan pemuka agama setempat, saya akan berusaha menguak misteri dibalik salon tua itu... *jiwa detektifnya kambuh* :D

    Terima Kasih ^^

    BalasHapus
  27. nama : Wening
    twitter : @dabelyuphi
    share :
    https://mobile.twitter.com/DabelyuPhi/status/674815327474069504?p=v

    sebenarnya sih kalo boleh jujur aku akan lebih memilih pindah kalo jadi elena, karena aku malas berurusan dengan hal-hal yang berbau ghaib, dan itu sering bikin aku parno sendiri. tapi mengingat keterbatasan dana yang dimiliki mama clara, pasti akan sulit juga kalo harus pindah. terlebih kita juga harus menjual dulu rumah dan salon tua tersebut. dan semua itu bukanlah perkara yang mudah.
    jadi, mau tidak mau aku juga harus bertahan di sana dan harus berani mengahadapi teror-teror yang ada. perlahan-lahan aku juga ingin memecahkan misteri yang ada di rumah dan salon tua tersebut, karena aku juga tipe orang yang tetep penasaran sama hal tertentu sampai aku berhasil menemukan jawabannya. tapi mengingat keparnoanku tadi, mungkin aku nggak akan melakukannya sendiri. aku akan mencari seseorang yang mau membantu dan percaya padaku (yang pasti selain mama clara, karena beliau terlalu positive thinking. bisa-bisa aku dikacangin kalo ngomong yang aku rasain)

    BalasHapus
  28. nama lengkap : Risma Ariesta
    akun twitter : @sayonalaanata
    link share info giveaway : https://twitter.com/sayonalaanata1/status/676703262691627008

    Kalo aku jadi Elena, aku akan tetap tinggal di rumah itu. meskipun rumah itu semenakukan apapun, sejelek apapun tapi aku percaya sama kalimat Nothing Place Like Home. gak ada tempat seperti rumah yang nyaman juga home sweet home. rumahku surgaku :)

    BalasHapus
  29. Nama : Daisy Ayu
    Akun twitter @Daisy_skys
    Link Share :
    https://twitter.com/Daisy_skys/status/676779282174111745


    Seandainya kamu berada di posisi Elena, apakah kamu akan bertahan di rumah tua itu atau tidak? Berikan alasannya.”

    Aku akan minta buru - buru angkat kaki dari rumah itu , memohon pada Mama Clara untuk segera pindah dan mencari hunian baru . Tapi sayangnya aku bukan orang seegois itu .Aku nggak akan tega meminta pada Mama Clara untuk meninggalkan rumah itu . kondisi keuangan lagi lesu , Mama clara beli rumah itu pake uang bukan pake daun .
    Mau nggak mau harus bertahan dan tetap tinggal kan ?
    Tentang misteri rumah itu , biarlah waktu yang akan mengungkapnya . Sejujurnya jika aku adalah Elena aku juga akan merasakan emosi yang sama seperti manusia normalnya , TAKUT . Tapi aku percaya ada Dzat yang lebih kuat yang akan menjagaku , Tuhan .Cepat atau lambat potongan - potongan misteri itu akan terkumpul dengan sendirinya hingga membentuk bagian yang utuh dan akhirnya terpecahkan . Flashback masa lalu akan menjawabnya .Apa sebenarnya yang terjadi dirumah dan keluarga yang pernah menempati rumah ini, Hilangnya pelanggan salon Mama Clara yang tiba - tiba , atau pun tentang psikopat ataupun hantu yang sedang mengintai kami . Entahlah , Aku pikir Aku dan mama Clara memang diitakdirkan untuk menjadi kunci yang membuka semua misteri dalam buku ini dan menghentikan hal - hal tak wajar yang selama ini terjadi .

    karena yang aku dan Mama Clara inginkan bisa memulai hidup kami dengan nyaman , membuka lembaran baru setelah perceraian Mama Clara dan Papa . Membangun hidupku dengan Mama Clara dengan mandiri . Kita bisa hidup tanpa Papa Kok !

    BalasHapus