Melewati Ujian Cinta Ala ‘After Sunset’ – Indah Hanaco || #IndahHanacoRC2016




Keterangan buku :

Judul buku : After Sunset
Penulis : Indah Hanaco
Editor : Afrianty P. Pardede
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun terbit : 2014
ISBN : 978-602-02-3791-6
Tebal : 288 hlm.
Bisa dibaca di i-Jak



Blurb :

Awalnya ...

Leah Kannitha : Dia adalah si Megakomania sinting yang otaknya kena virus mematikan. Makanya dia perlu membenturkan kepalanya supaya bisa berpikir jernih.

Liam Hammond : Dia gadis ceroboh yang suka ikut campur urusan orang. Dia kira aku gampang terpesona dengan wajah polos dan mata besarnya?

Akhirnya ...

Leah Kannitha : Aku takut ada pembuluh darahku yang pecah karena dia memegang tanganku sambil mengucapkan kata-kata cinta.

Liam Hammond : Ah, kondisiku sama sekali tidak menggembirakan. Aku sedang berusaha keras untuk berhenti menyukainya, karena aku lebih suka mencintainya.

Keduanya punya rahasia. Keduanya punya masa lalu yang menyakitkan. Tapi cinta membuat mereka harus mampu melampaui semua rasa sakit dan kegetiran yang menghadang tanpa perasaan.

Apakah mereka mampu menanggalkan masa lalu?

Mungkinkah masa depan untuk mereka memang ada?

Biarkan cinta melewati ujiannya dan memberikan jawaban. 

Back cover After Sunset




--


Leah Kannitha.

Cewek berponi berusia nyaris 20 tahun. Ia tinggal berdua bersama papa, sejak mama dan kakaknya meninggal karena kecelakaan pesawat menuju Makasar, 7 tahun silam. Sejak itu, tak ada malam yang berhasil dilewatinya tanpa mimpi buruk, tanpa air mata. Hidup Leah tak pernah sama lagi.  Ia pernah menyarankan pada papa agar menikah lagi, namun yang ia dapat hanyalah ceramah maraton tentang cinta sejati. Leah berinisiatif menua lebih awal, belajar beradaptasi menjadi nyonya rumah, pengganti mamanya.


Liam Hammond.

Cowok Inggris dengan mata abu-abu. Selain pernah berprofesi sebagai pembalap –profesi yang seksi menurut mayoritas gadis-gadis, Liam juga anak tunggal Maxwell Hammond, drummer band yang pernah ngetop di tahun 90an, Dear John, lengkap sudah Liam lengket dengan ketenaran. Namun tak banyak yang tau, seumur hidupnya ia berteman dengan pengabaian dari orangtuanya. Ia juga mengidap penyakit yang menyiksa. Hidup Liam tak semudah seperti bayangan orang lain.


Bali yang eksotis menjadi tempat berjumpa Leah dan Liam. Bukan jenis jumpa pertama yang menyenangkan, Leah mendapati Liam sedang membentur-benturkan kepala di meja, saat gadis itu terserang insomnia di malam pertamanya menginap di resort indah pilihan ayahnya. Sialnya, cowok itu bukan merespons dengan baik, malah respons judes, dingin, ketus lah yang Leah dapatkan. Wajar kalo kemudian Leah menganggap cowok itu tak waras.   


“Poinnya adalah, menjadi orang semuda kita pun penuh perjuangan. Bukan cuma orang dewasa aja yang berhak mendapat penghormatan, kan? Sekarang, kalian menuntutku menjadi cewek pengertian untuk masalah orang lain? Orang yang jelas-jelas nggak mau susah payah memikirkan apakah dunia luar itu penuh problem?” – hlm 107


Namun seiring waktu, dengan pertemuan tak sengaja berkali-kali, hati mereka malah dirambati perasaan aneh, barangkali efek mengetahui masa lalu masing-masing yang tak mudah bak drama.

Jika seandainya itu cinta, maukah Leah percaya pada jarak?

Mampukah ia mempercayakan hatinya pada sosok bermata abu-abu itu?


Jarak yang dekat nggak ada hubungannya sama kesetiaan. Semuanya kembali lagi ke pribadinya masing-masing – hlm 218

Hola, satu lagi karya kak Indah Hanaco berhasil aku lahap hingga tuntas. After Sunset ini tersedia di i-Jak loh. Sayang banget dilewatkan buat dibaca.

Novel ini diceritakan dari sudut pandang orang pertama, bergantian antara Leah dan Liam sebagai tokoh utama, sehingga pembaca akan lebih dapat menyelami perasaan keduanya. Namun tetap saja ya, Leah sudah mampu mencuri simpati pembaca dari awal, sedangkan Liam bisanya bikin keki. Tapi sebenarnya dia manis juga kok. *khas novel kak Indah, selalu ada cowok yang minta ditaksir. Haha.

Selain menyuguhkan tema utama berupa masa lalu yang ga bisa dibilang bahagia, After Sunset juga menyuguhkan sekilas tentang dunia balap, karena ini adalah profesi si Liam. Sayang yes, dunia masak memasak yang dicintai Leah kurang ditonjolkan. Padahal di awal-awal cerita, ayam serai khas Thailandnya udah sukses bikin ngiler :p

Oh ya, di sini juga pembaca diajak mengenal seluk belum penyakit. Seperti cluster headache (tipe sakit kepala yang menyakitkan dan sangat jarang terjadi. Penderitanya hanya sekitar satu persen dari populasi manusia), juga Bell palsy (penyakit kelumpuhan wajah).

Bahasan mengenai keluarga dan sahabat di sini terasa menghangatkan hati. Tokoh pendukung seperti Emma, Merry juga Zsa Zsa yang menyebalkan, membuat cerita semakin seru. Sekilas mengingatkan dengan persahabatan erat di Heartling. Penyelesaian konflik antara Leah dan Zsa Zsa menurutku sangat keren. Mengalir mulus. Enak untuk disimak.

Untuk setting, cerita ini bersetting awal di Medan, namun kak Indah lebih mengexplor keindahan Bali, karena klimaks ceritanya terjadi di sana sih. Tempat wisata Bali cukup banyak yang diceritakan sekilas. Seperti, Monkey Forest di Ubud, Danau Buyan dan danau Tamblingan, Goa Gajah, Bird Park, Tanah Lot, GWK, Pantai Dreamland hingga Pantai Sanur. Nah, penjelasan mengenai hotel tempat Leah menginap malah jauh lebih detail. Sampai terbayang-bayang deh indahnya.

Adegan favoritku adalah ketika Liam tiba-tiba muncul di depan pintu kamar Leah, bawa sekantung penuh biskuit dan cokelat. Plus senyum yang mengembang. Aih, so sweeeeeeettt! Adegan di pantai Jimbaran juga kece, bikin mesem-mesem iri. Wkwk


Pantai Jimbaran. Pict Source : anekatempatwisata.com

Dan Ketimpukers, aku sukaaa banget sama pesan moral yang dihadirkan After Sunset. Siapa pun kita, ga jarang kita harus mampu berkompromi dengan keadaan. Menerima. Bukan menyalahkan. Kadang pula kita harus siap mengikhlaskan mimpi yang paling kita cintai sekalipun. 


Mana yang lebih baik, ditinggal pergi selamanya oleh ibu yang menyayangimu sepenuh hati, atau diabaikan seumur hidup oleh ibu yang tak pernah menganggapmu penting? – hlm. 187

0 komentar:

Posting Komentar