Review I Will Survive (6 Langkah Menghadapi Masalah) – Riawani Elyta & Ochi Y.M || + Giveaway




Keterangan Buku :
Judul : I Will Survive (6 Langkah Menghadapi Masalah)
Penulis : Riawani Elyta & Oci Y.M
Penyunting bahasa dan penyelaras akhir : Ayu Wulan
Desain isi : Dyah Ayuning Tyas
Desain sampul : Andhi Rasydan
Penerbit : Indiva
Tahun terbit : Februari 2016 (cetakan pertama)
ISBN : 978 – 602 – 1614 – 70 – 9
Tebal : 128 hlm.



Blurb :

“Masalah adalah sahabat terbaikmu. Mereka buatmu jadi lebih kuat dan buatmu menempatkan Tuhan di sisimu yang paling dekat.”

Sahabatan dengan masalah? Nggak salah tuh? Tenang, maksudnya kamu nggak perlu takut lagi dengan yang namanya masalah. Karena masalah kan udah jadi bagian dari kehidupan kita.

Terus nggak bisa hidup bahagia dong? Eits ... siapa bilang. Kebahagiaan sejati itu muncul bukan pada saat kita telah berhasil menyingkirkan semua masalah, tapi saat kita bisa mengubah cara kita berhubungan dengan masalah. Nggak percaya? Kamu bakal ngerasain itu kalau bisa melihat masalah sebagai sumber potensial kesadaran, kesempatan untuk mempraktikkan kesabaran, dan untuk belajar.

Dengan baca buku ini, kamu bakal tahu: apa itu masalah, jenis-jenis masalah, kiat menghadapi masalah, survive dari masalah, dan masih banyak lagi deh.

Kawan, hidup sekali, kalau nggak berarti, rugi! So, jadilah pemecah masalah yang mampu menyelesaikannya sampai tuntas!



I Will Survive

Every problem is a gift, without problems we would not grow. – Anthony Robbins (hlm. 34)

Yay, senang sekali karena aku punya kesempatan untuk menikmati buku duet kedua duo KK aka kakak keren –mba Elyta dan mba Oci. Ihiy! Setelah sebelumnya pada tahun 2013 lalu, aku sudah menikmati Kitab Sakti Remadja Oenggoel. Isinya ciamik banget, menginspirasi, makanya aku excited banget menikmati karya duo KK yang ini, I Will Survive.

Warna covernya manis, biru muda. Judulnya juga udah bikin penasaran, I Will Survive. Kebayang deh kalo buku ini, bakal menuntaskan rasa baper yang ga berkesudahan. *ketauan kalo empu Ketimpuk Buku hobinya baper. Haha :D

Well, mari kita intip sekilas bahasan kece di I Will Survive..


--


Sebagai manusia, kita tentunya menjalani banyak peran. Sebagai homo socius, homo economicus, homo politicus dan homo religius. Peran-peran itu harus dijalani dengan baik, namun pada kenyataannya nggak ada jalan yang lurus, pasti ada keloknya. Kelokan ini menimbulkan pergesekan, sang cikal bakal masalah.

Nah, kalo udah ketemu sama masalah, biasanya manusia rentan stres.

Apa itu stres?

Stres; reaksi atau respons tubuh terhadap stresor psikososial (tekanan mental atau beban kehidupan). – hlm. 13

I Will Survive ngasih beragam tips mengatasi stres. Diantaranya;

-Berpikir positif

-Tidur

-Tertawa

-Rekreasi

-Pijat, refleksi, akupuntur

-Memakan makanan yang mengandung tryptophan, karbohidrat dan lemak, dan lain-lain.

-Makanan berlemak seperti es krim bisa membuat perasaan rileks bertahan lebih lama. Pict source : www.anekawisata.com

Yang menjadi poin utama dalam menghadapi stres, sebenarnya adalah berpikir positif. Masalah-masalah itu datangnya dari luar, tidak bisa kita kontrol, namun respons alias si stres berasal dari dalam, kita yang berhak mengatur akan merespons masalah secara eustres atau distres

Meski merupakan buku motivasi, isi I Will Survive sama sekali jauh dari kesan menggurui, karena dilengkapi dengan beragam contoh masalah real yang kerap ditemui di dunia nyata, mengajak berpikir dengan bijak respons mana yang harusnya kita hadirkan. Ada pilihan antara memberikan respons positif atau negatif.

Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat membantu seseorang yang sudah bermental negatif. – W.W Ziege (hlm. 23)

Lebih detailnya, I Will Survive terdiri dari 6 bab. Bab pertama mengajak menerima realita hidup. Bab kedua ngajak kita untuk bersahabat dengan masalah.

Nah loh? Kok bisa bersahabat gitu sama masalah? Kan masalah itu bikin sebel? Tenaaang, kamu bisa temuin jawabannya di bab 2, Ketimpukers. Don’t worry, duo KK menyajikan tips-tips ampuh untuk bersahabat dengan masalah

Kebahagiaan sejati itu muncul bukan pada saat kita telah berhasil menyingkirkan semua masalah, tapi saat kita bisa mengubah cara kita berhubungan dengan masalah. – hlm. 29

Nah, di bab 3, penulis mengajak pembaca untuk nyari tau sebenarnya apa sih masalah yang tengah dia hadapi.  Apakah masalah di keluarga? masalah di sekolah, atau masalah yang hadir karena dia udah mulai jatuh cinta? Makin cihui karena di bab 4 ada contoh kasus masalah yang dekat banget sama kehidupan remaja. Pembaca diajak berkaca kepada para remaja tentang bagaimana menghadapi masalah melalui kisah-kisah yang dihadirkan penulis

Baru deh, di bab 5, kita bakal diajak belajar buat survive. Ada yang namanya Problem-Solving Focused Coping; upaya untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dan untuk menghilangkan atau mengubah stresor. Metode yang digunakan bisa menggunakan metode STOP; Source, Trial an Error, Others serta Pray and Patient

Lalu ada pula Emotion-focused Coping; upaya untuk meredam emosi yang diakibatkan oleh stresor. Pendekatan yang  bisa dilakukan adalah pendekatan behavioral dan kognitif.

Ish, kok kayaknya istilah-istilahnya ribet dan bikin puyeng sih?

Tenaaang, penjelasan duo KK di buku ini rinci banget kok, dijamin Ketimpukers ga bakal dibiarin kebingungan sendiri, ada penjelasan detail yang bikin pemahaman kita nggak setengah-setengah.

Nah, di bab 5 ini pula kita bisa mengenal tipe-tipe kepribadian diri, yang secara garis besarnya terbagi menjadi koleris, sanguinis, melankolis dan plegmatis.

Apa itu?

Kira-kira Ketimpukers termasuk tipe apa?

Jawabannya bisa Ketimpukers lihat di bab 6 aka bab penutup, selain ada kiat-kiat menjadi trouble solver juga ada  uji profil kepribadian. Aku udah nyobain tesnya loh, dan dari keseluruhan jawaban, tipe kepribadianku adalah...  sang koleris :D

Overall, I Will Survive ini buku motivasi yang apik, sedap dibaca sekali duduk dan ga salah dibaca berulang-ulang biar ilmunya makin nempel. Meski ditulis untuk para remaja, yang layak membaca buku ini bukan hanya mereka, melainkan untuk semua, karena masalah kerap hadir tanpa memandang usia. 



GIVEAWAY TIME!


Ketimpukers pengen mendapatkan motivasi dan inspirasi dari I Will Survive juga? Pengen baca tips-tips agar bisa survive dari semua masalah yang ada? Pengen ngecek tipe kepribadian? BISAAAA banget!

Pluuss, pemenang bisa ngadain giveaway juga di blognya *jadi ini semacam giveaway estafet gitu. Hihi

Mau mau mauuuuu?

Caranya MUDAH kok.

1. Follow twitter @RiawaniElyta & @OciYM 

2. Follow instagram @RiawaniElyta & @OciYM


4. Share info giveaway ini di twitter beserta cover  I Will Survive, kasih hestek #IwillSurvive, dan mention @inokari_, @RiawaniElyta, @OciYM

5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar, jangan lupa cantumkan nama, akun twitter, link share info giveaway dan jawaban


Tentunya Ketimpukers juga pernah diterpa masalah yang bikin mumet nan stres dong. Nah, biasanya apa yang Ketimpukers lakukan untuk meredam stres atau malah menghilangkan stres sekalian? Ceritain dong.


Kalo aku biasanya meredam stres itu dengan baca buku, sambil dengerin playlist mp3 ato streaming radio. Hmm, sambil ngemil makanan favorit juga deng. Rasanya beuh, nyamaaan. Nyaris lupa deh sama masalah :D

Pict source : saodahsiti.blogspot.com

Udah gitu doang syaratnya. Tapi kalo Ketimpukers mau dapet poin tambahan, bisa twitpic aktivitas yang jadi peredam/penghilang stres ala Ketimpukers di twitter (comot gambar di google boleh, mau pake foto kamu sendiri juga boleh). Jangan lupa kasih hestek #IWillSurvive dan mention @inokari_, @RiawaniElyta, @OciYM

Ada 1 eks I Will Survive persembahan mba Riawani Elyta & mba Oci YM  untuk Ketimpukers  yang punya jawaban paling ciamik loh. Yahuuuuuuu!

Btw, giveaway I Will Survive di Ketimpuk Buku ini akan berlangsung selama 7 hari, dimulai hari ini dan akan berakhir pada tanggal 26 Maret 2016, pukul 24.00 WIB. Pengumuman pemenang paling lambat 2 hari setelah giveaway berakhir yuuu..

Yoo ayoo, mau dong dikirimin I Will Survive langsung sama penulisnya? Bisa ngadain giveaway pula di blog kamu. Rugi banget kalo ga ikut :p

Good luck!





PENGUMUMAN PEMENANG



Hola hola. Terimakasih untuk para peserta giveaway I WILL SURVIVE. Jawabannya kece-kece dan bisa banget dicontek buat meredam masalah. 

Tapi tetep ya, Ketimpuk Buku harus milih 1 pemenang yang berhak mendapatkan 1 buku I WILL SURVIVE karya mba Riawani Elyta & Oci YM. Sekaligus, pemenang berhak mengadakan giveaway di blognya.



Soooo, selamat untuk ..




Gilang Maulani (@gemaulani)



Sila konfirmasi nama, alamat, CP ke intankamala@gmail.com yay.

Untuk yang belum beruntung, jangan khawatir, saat ini tengah berlangsung giveaway berhadiah 1 novel COME BACK TO ME. Ikutan juga ya. Siapa tau giliran kamu yang bawa pulang hadiah :D



12 komentar

  1. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/711473747673419776

    Kalau stres, biasanya aku lebih suka bergelut dan tenggelam dalam lautan buku. Sambil mebengarkan musik. Kadang kala juga meluapkannya dengan menulis puisi atau curhat ala kadarnya. Dan lagi kadang menikmati nonton drama, khususnya Korea. Setidaknya itu bisa membuat lega.

    Link Twitpic :
    1. https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/711477875338248192
    2. https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/711478542089977856

    BalasHapus
  2. Sri Darmawati
    Twitter : @Eyiaz_AB
    Link share : https://twitter.com/Eyiaz_AB/status/711814406137450496

    Ketika stres, saya langsung teringat nasihat Richard Carlson dalam bukunya Don't Sweat the Small Stuff, tulislah kekesalan / kemarahanmu di kertas, tulis apa saja yang ingin kau keluarkan dan kau rasakan, lalu buanglah kertas itu ke tempat sampah. Nah, saya pun melakukan hal tersebut ketika stres, menulis segala yang saya rasakan, uneg-uneg, kekecewaan, apapun itu, di selembar kertas dengan penuh perasaan lalu melitap, meremas kertas tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. Ajaib, rasanya stres jauh berkurang bersama kertas yang saya lempar tersebut.
    Selain itu, saya akan mulai mencomot novel lalu membacanya, tenggelam dalam alur novel tersebut sehingga masalah yang saya hadapi rasa-rasanya terlupakan dan pikiran saya teralihkan dari rasa stres. Saya juga kadang memilih berdiam diri di pantai, mengemati laut lepas dan berteriak di sana, hehe. Memandang laut yang begitu luas membuat saya bersyukur bahwa masalah saya jauh lebih kecil dibanding lautan itu.

    BalasHapus
  3. Nama: Arie E. Pradianita
    Twitter: @APradianita
    Link Share: https://twitter.com/APradianita/status/712230915116634112
    Twitpic:
    https://twitter.com/APradianita/status/712250117525340161
    https://twitter.com/APradianita/status/712250382253039618

    Tentunya Ketimpukers juga pernah diterpa masalah yang bikin mumet nan stres dong. Nah, biasanya apa yang Ketimpukers lakukan untuk meredam stres atau malah menghilangkan stres sekalian? Ceritain dong.



    Stres memang tema menarik, karena sering diperbincangkan. Obat "pereda stres" juga bermunculan, meski untuk mendapatkan obat pereda stres harus dengan indikasi medis dan resep Dokter. Biasanya saya menggunakan berbagai teknik non-medis untuk meredam stres atau malah menghilangkan stres sekalian:

    1. Aromaterapi.
    Misalnya salah satunya adalah minyak lavender yang membantu mengatasi sakit kepala, susah tidur atau insomnia, serta mengatasi depresi. Selain itu, aroma wewangian mawar juga membantu meningkatkan daya ingat saya, meningkatkan gairah hidup dan juga membantu meredakan sakit kepala sebelah atau penyakit migrain. Sedangkan aroma bunga camomile akan membantu memberikan rasa tenang pada perasaan saya.

    2. Tertawa.
    Cara mengatasi stres dengan tertawa adalah salah satu aktivitas atau kegiatan yang baik untuk kesehatan saya. Tertawa akan membuat kehidupan saya menjadi lebih menyenangkan dan lebih baik. Selain itu, tertawa mampu menurunkan kadar tekanan darah, membantu meningkatkan aliran darah dari seluruh tubuh.

    3. Mendengarkan Musik.
    Saya bisa mencari lagu kesukaan saya dan bisa mendengarkannya sambil tiduran. Melupakan semua masalah yang sedang saya alami dan lebih fokus pada musiknya. Musik bisa membantu untuk membuat otak saya menjadi lebih rileks. Dan selain itu juga saya bisa bermain alat musik misalnya adalah dengan bermain piano membantu mengatasi stres yang saya alami.

    4. Bermain Game.
    Ini merupakan salah satu cara mengatasi stres yang banyak juga dilakukan. Saya bisa melupakan semua masalah dan lebih fokus dengan game yang sedang saya mainkan. Tetapi saya tidak bermain game yang membutuhkan pikiran ekstra atau berlebihan.

    5. Positive Thinking.
    Pastinya semua orang pernah mengalami suatu ujian. Cara yang paling tepat dalam mengatasinya adalah dengan ber-positive thinking. Saya harus mempunyai pikiran bahwa semua masalah pasti ada jalan keluarnya dan saya bisa mengambil pelajaran darinya.

    Itulah cara saya untuk meredam stres atau malah menghilangkan stres sekalian. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua.. ^_^

    BalasHapus
  4. Syarat 1-4 done
    Nama : Siti Nuryanti
    Twitter : @NelyRyanti
    Linkshare : https://twitter.com/NelyRyanti/status/712455161277390848
    Tentunya Ketimpukers juga pernah diterpa masalah yang bikin mumet nan stres dong. Nah, biasanya apa yang Ketimpukers lakukan untuk meredam stres atau malah menghilangkan stres sekalian? Ceritain dong.
    Jawaban
    1. Curhat
    Biasanya saya akan cerita apa yang menyebabkan saya stres, meskipun tidak selalu cerita ke orang lain , terkadang saya tuliskan di buku atau note. Terkadang saya curhat dengan Sang Pencipta dalam bait-bait doa saya di sepertiga malam terakhir. Dengan mengeluarkan unek-unek ini akan dapat meredam stress
    2. Makan Manis
    Saya paling suka makan coklat, dan kalo hati sedang kacau, coklat dapat meembuat kita sedikit rileks
    3. Refreshing
    Saya biasanya refreshing atau jalan-jalan. Tidak harus jauh, terkadang cukup berjalan-jalan atau berolahraga pagi di taman dekat rumah dapat membuat hati dan pikiran lebih fress
    4. Menerima Kenyataan
    Terkadang hal yang membuat stress, ketika sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi. Kuncinya biar hati lega, terimalah kenyataan yang ada dan berpikir positip, bahwa semua sudah ada yang mengatur dan itu yang terbaik buat kita.
    5. Melakukan lebih banyak aktifitas yang positip
    Dengan melakukan berbagai kegiatan, kita tidak akan sempat memikirkan hal-hal yang membuat kita stress. Lakukan aktifitas yang menyenangkan, seperti baca buku, mendengarkan musik,silaturahmi ke teman, dsb.
    Baca buku adalah hal yang paling saya sukai, dan memang dengan membaca buku dapat mengurangi tingkat stress 60 persen, itu kata psikolog lho :)

    BalasHapus
  5. Nama : Sylvia Fratamasari
    Twitter : @viadravia
    link share : https://mobile.twitter.com/viadravia/status/712248898228658177

    Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk menghilangkan setres. Nah, disini aku mau berbagi tips mengenai cara menghilangkan setres untuk ketimpukers semua.

    Kalau setres berat lagi melanda, biasanya aku menyibukan diri dengan hal-hal yang berwarna. Kenapa? karena warna merupakan hal yang bisa membuat otak kita kembali segar, misal dengan melihat hal berwarna hijau kita akan merasa lebih rileks.

    Mewarnai juga merupakan sarana pengalihan dari setres lho. Siapa bilang mewarnai untuk anak-anak saja. Orang dewasa juga perlu kok. Menurut penelitian, bahwa mewarnai bisa membuat otak kita menjadi lebih tenang. Karena warna-warna yang kita gunakan dalam praktek ini menstimulus otak untuk leboh rileks dan berkreasi. Sekarang sudah banyak kok buku mewarnai khusus dewasa atau kalau mau hemat cari di google lalu kita print juga banyak.

    link gambar https://mobile.twitter.com/viadravia/status/712264565375897600

    Cara lain untuk menghilangkan setres selanjutnya dengan membaca buku. Bukannya baca buku malah tambah bikin mumet ya? Siapa bilang, justru dengan membaca kita bisa meluapkannya melalui bacaan. Membaca juga gak berbeda jauh dengan menonton film. Malahan dengan membaca kita bisa membayangkan bagaimana cerita dari buku tersebut menurut versi sendiri. Contoh, kita bisa membayangkan kalau tokoh utamanya adalah kita sendiri. Dijamin deh bikin lupa sama setresnya yang ada jadi ketagihan baca bukunya.
    Atau membaca buku-buku motivasi juga bagus. Misal, yang asalnya down banget bisa up lagi semangatnya karena di semangatin sama cerita motivasi yang ada di buku.

    Link gambar https://mobile.twitter.com/viadravia/status/712502316344025088e

    Inilah caraku menghilangkan setres, kalau ketimpukers gimana? ap ada yang terinspirasi?

    BalasHapus
  6. Nama: Dian Maharani
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Link Share: https://twitter.com/realdianmrani93/status/712833352005328896

    Ada yang bilang, stress akan hilang dengan sendirinya seiring masalah berhasil diselesaikan. Tapi yah, kadang dari

    kita (bahkan aku sendiri) lebih memilih "melarikan diri" sebentar daripada bengong sampe kurus. Tapi ingat yah,

    cuma sebentar ^_^ Cara melarikan diri dari masalah versi aku yah seputaran hobiku, yaitu ke arah Korea :D Hahaha

    1. Untuk masalah ringan. Dengar lagu di HP, dari mellow > beat-mellow > beat > rock. Kalo lagi galau karena

    sesuatu, yang pertama aku cari adalah HP. Ehh, bukan nge-sms gebetan yahhh ^^v Tapi, nyari sejenis sad-love-song

    yang bejibun di HP dan siap diputar di manapun dan kapanpun. Sekalipun bukan masalah cinta, aku akan selalu memutar

    lagu sedih itu. Setelah bertangis-tangisan dengan lagu mellow, move on ke lagu beat-mellow. Sejenis lagu mellow

    tapi bisa bikin angguk-angguk kepala. Di sini, harapan mulai tercipta, kenapa aku harus mellow sementara ada banyak

    lagu beat yang lebih seru didengar. Jadi, akhirnya segera berpindah ke lagu nge-beat, pertanda semangat untuk

    menyelesaikan masalah muncul kembali.
    (http://3.bp.blogspot.com/-ZZ5FcTMFubs/U5Al9sHmvlI/AAAAAAAAGAU/rJe5MfpuuIA/s1600/headset.jpg)
    2. Untuk masalah sedikit ringan. Nonton reality show dan sejenisnya. Nah, disini biasanya ada banyak kelucuan,

    walaupun scripted, tapi tetap terlihat natural. Reality show yang biasanya aku pilih adalah The Return of Superman

    yang berisi segala macam kelucuan anak-anak berusia batita dan balita. Anak-anak memang polos banget, rasanya nggak

    ada masalah dalam kehidupannya dan buat kita pingin kembali ke masa-masa itu (padahal pegang dua botol minuman aja

    susah banget bagi mereka).
    (https://40.media.tumblr.com/5a9758edf357942be9919796ad02402b/tumblr_no2vea6vrz1sopb8eo1_500.jpg)
    3. Untuk masalah kurang berat. Nonton drama. Lewat drama, aku belajar untuk bisa menyelesaikan masalah-masalahku,

    belajar percaya diri, belajar bahwa manusia itu sama, jadi aku juga bisa seperti mereka. Walau banyak orang bilang,

    "Itu kan cuma drama. Di buat orang. Ngapain di percaya?" Tapi, tidak demikian dengan aku. Aku percaya bahwa di bumi

    belahan sana pasti ada yang merasakan seperti apa yang sedang di rasakan oleh tokoh dalam drama. Bumi itu luas loh!

    Bukan cuma rumah atau sekolah kita. Kadang aku juga mikir, seenggaknya hidupku nggak terlalu dramatis. Jadi, buat

    mereka yang hidupnya dramatis aja masih semangat dalam menghadapi masalah-masalah hidupnya, kenapa kita enggak? :D
    (http://2.bp.blogspot.com/-jlrkcrPmjcE/VoyFUhdzrxI/AAAAAAAAniY/NmImPkn0xMU/s1600/genflix3.jpg)
    4. Untuk masalah berat. Diam diri dan merenung adalah pilihannya. Biasanya sambil guling atau menghadap dinding

    (biar nggak ketahuan lagi merenung XD). Lewat berdiam diri, akan muncul pertanyaan, "Kenapa aku bisa begini?".

    Pertanyaan itu akan menghadapkanku dengan hal-hal yang menyebabkan aku bisa terjebak di masalah ini. Pertanyaan itu

    pulalah biasanya membuat banyak jawaban atas masalah yang aku alami muncul tanpa sebab.
    (http://2.bp.blogspot.com/-MQkYdfapeiA/Vk8tO-CMa6I/AAAAAAAAAo0/kb6D8bqg5fg/s640/Daehan%2B7.jpg)

    Begitulah caraku "melarikan diri" dari masalah. Panjang yaaa?? ^^v

    BalasHapus
  7. Nama : Miftahur Rizqi
    Twitter : @MR_Laros
    Link Share : https://twitter.com/MR_Laros/status/713139287936512000

    Pertanyaan : Tentunya Ketimpukers juga pernah diterpa masalah yang bikin mumet nan stres dong. Nah, biasanya apa yang Ketimpukers lakukan untuk meredam stres atau malah menghilangkan stres sekalian? Ceritain dong.

    Jawaban : cara saya untuk meredam/menghilangkan stres bermacam-macam. tetapi hal yang paling ampuh menurut saya yaitu dengan Membaca. membaca terbukti efektif meredam/menghilangkan stres. dengan banyak membaca, saya merasa stres dan beban pikiran akan dapat berkurang, terobati, atau bahkan dapat terhilangkan.biasanya saya membaca buku-buku jenaka, komedi yang menghibur utk meredam bahkan menghilangkan stres saya. Apalagi jika kita membaca Al-Quran,Setelah baca Al-Quran, hati saya merasakan getaran iman, dimana perasaan itu membuat saya sangat takut untuk berbuat dosa dan sangat tdk takut akan sesuatu hal buruk yg bakal terjadi, sekalipun dlm keadaan bahaya, hati saya tetap selalu tenang, sehingga tdk larut memikirkan beban perasaan yg mengganggu di pikiran saya. itulah cara meredam/menghilangkan stres bagi saya, masih banyak cara saya utk meredam/menghilangkan stres diantaranya jalan-jalan, merawat kelinci, minum kopi juga salah satu caranya. heheh. kalau kamu ingin tau cara saya menghilanglangkan/meredam stres lebih dalam, cek link twipic berikut ini..:

    Link Twipic :
    1. https://twitter.com/MR_Laros/status/713147527973834753
    2. https://twitter.com/MR_Laros/status/713148288589910017
    3. https://twitter.com/MR_Laros/status/713149670596300800

    BalasHapus
  8. Lois Ninawati
    @_loisninawati
    https://twitter.com/_loisninawati/status/713417001071280128

    Kalo aku lagi stres biasanya ngemil kripik. Ngemil kripik yg gurih / asin / pedes.
    Gtau knp kalo ngemil itu bikin perasaan tmbah lega😆 meskipun bikin berat badan nambah

    BalasHapus
  9. Nama : Gilang Maulani
    Twitter : @gemaulani
    link share :https://twitter.com/gemaulani/status/713558535737462784

    Jawaban :

    1. Mendengarkan musik. Jelas musik yang selow, mengalun lembut. Penghilang stress yang ampuh. Dengan mendengarkan musik melalui headset bisa menyamarkan ataupun menghalangi suara-suara yang tidak ingin aku dengar. Biasanya aku mendengarkan musik sambil tiduran atau membaca buku supaya tubuh rileks.

    2. Bermain game, game online ataupun offline keduanya aku suka. apalagi kalau gamenya berhadiah. Stress jadi hilang dan hati pun senang.

    3. Bernyanyi. Kalau stress biasanya aku ingin meluapkannya dengan cara berteriak-teriak. Nah daripada berteriak-teriak tidak karuan lebih baik sambil menyanyikan sebuah lagu atau satu album kompilasi. Kalau punya uang lebih ya ke tempat karaoke. Kalau ingin hemat ya di rumah, di dalam kamar.

    4. Menonton stand up comedy di televisi ataupun di youtube. Karena tertawa bisa menghilangkan stress, maka dari itu aku senang menonton aksi para komika yang mengocok perut.

    5. Membaca novel dan buku-buku lainnya. Selain mampu menghilangkan stress, dengan membaca buku aku selalu menemukan pengetahuan-pengetahuan baru. Terlebih kalau bukunya inspiratif, membuatku lebih banyak bersyukur.

    6. Menggambar. Sejak kecil aku senang menggambar, walaupun hasilnya penyok alias tidak karuan. Stressku biasanya menghilang dalam setiap garis dan bentuk yang ku goreskan.

    7. Menonton film. Entah film yang romantis, horror, thiller, action, komedi ataupun inspiratif. Menonton film itu seperti halnya membaca buku, dapat pengetahuan baru, menemukan tangis, tawa, ketakutan, ketegangan, kebahagiaan dan hal-hal menarik lainnya. Kalau punya uang lebih nontonnya di biokop, kalau tidak ya di rumah.

    8. Berolahraga, baik indoor maupun outdoor. Salah satu pemicu stress biasanya karena kurang gerak dan terlalu sibuk. Maka dari itu berolahraga merupakan penghilang stress yang menyehatkan. Kalau indoor biasanya aku senam aerobik, kalau outdoor biasanya jogging. Syukur-syukur sampai ke perkebunan teh di dekat rumah supaya bisa menghirup udara yang lebih segar dan lebih tenang karena tempatnya sunyi.

    9. Meniup balon kemudian menerbangkannya. Kalau stress biasanya emosi sulit di kendalikan. Ambilah balon dan luapkan emosi itu dalam setiap hembusan nafas. Begitu selesai, perasaan pun menjadi lega.

    10. Bermain dengan hewan peliharaan. Cara lain untuk tertawa adalah mengajak hewan peliharaan bermain. Aku memelihara kucing, yang kalau diajak bermain sering bertingkah lucu dan menggemaskan. Mereka juga pendengar dan penjaga rahasia terbaik. Jadi bisa sekalian curhat.

    11. Mewarnai gambar. Sejak mendapatkan buku my own world 2, salah satu buku mewarnai untuk orang dewasa. Inilah cara baruku untuk menghilangkan stress. bermain dengan warna dan berimajinasi dalam mengabungkan warna-warna tersebut.

    Link twitpic :

    1. https://twitter.com/gemaulani/status/713571760537358337
    2. https://twitter.com/gemaulani/status/713571999075807232
    3. https://twitter.com/gemaulani/status/713572705505665024
    4. https://twitter.com/gemaulani/status/713572960007655425
    5. https://twitter.com/gemaulani/status/713573647554781185
    6. https://twitter.com/gemaulani/status/713573739611328514
    7. https://twitter.com/gemaulani/status/713574807212679169
    8. https://twitter.com/gemaulani/status/713574807212691457
    9. https://twitter.com/gemaulani/status/713574862082560000
    10. https://twitter.com/gemaulani/status/713575172750446597
    11. https://twitter.com/gemaulani/status/713586286083190785

    BalasHapus
  10. Nama: Ratna Nur Oktavina Sari
    Twitter: @happyfamily27
    Link share: https://twitter.com/happyfamily27/status/713679220728135680
    Link twitpic: https://twitter.com/happyfamily27/status/713687626847428608

    Kalau lagi stress, sebenarnya yang paling penting adalah semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Biasanya kalau langsung ambil air wudhu, dilanjut dengan sholat dan dzikir, stressnya jadi berkurang, lebih menyadari apa makna sebenarnya dari “stress” yang dialami. Ada juga yang bilang kalau “ stress itu banyak mikir, kurang dzikir”. Tapi selain itu ada juga cara-cara lain yang saya lakukan untuk meredam stress.

    Pertama, pas lagi hujan deras saya teriak sekencang-kencangnya. Biasanya setelah teriak kayak gitu saya merasa jauh lebih lega. Namun untuk cara yang satu ini benar-benar harus menemukan waktu yang tepat biar nggak dianggap “gila” teriak-teriak sendiri. Kadang saya malah berharap ada satu tempat seperti “bukit menjerit”, tempat bagi siapapun yang pengen teriak sekencang-kencangnya, LOL.

    Saat stress saya juga suka meluapkannya dengan bernyanyi yang keras. Biasanya saya bernyanyi lagu mulai dari yang mellow, yang temanya mirip-mirip dengan stress yang saya alami sampai lagu yang nge-beat yang menyemangati.

    Cara lain untuk mengatasi stress adalah mandi, mengguyur badan dari ujung rambut hingga ujung kaki. Air yang mengalir membuat saya merasa lebih baik. Saat memakai metode yang satu ini, saya bisa sampai berjam-jam di kamar mandi. Karena saya anak kost an, saya harus menunggu teman-teman yang lain beraktivitas di luar kost, jadi kamar mandi nggak ada yang pakai atau antri, hehe.

    Daaan, cara terakhir, salah satu yang paling ampuh (menurut saya) sekaligus cara yang kekanak-kanakan adalah nangis (ciee, cengeng, ciee). Eits, tapi tunggu dulu, menangis itu juga ada manfaatnya. Ternyata saat menangis akan membantu mengeluarkan hormon stress dari dalam tubuh lewat air mata. Setelah menangis juga bisa melegakan perasaan bukan. Lebih baik menangis daripada stressnya dipendam. Nggak masalah kok, selama menangisnya dalam batas kewajaran. Biasanya saya menangis sambil merenung dan ujung-ujungnya jadi self-talk untuk menyemangati diri sendiri.

    Banyak banget ya metode yang saya pakai, keliatan banget jadinya kalau sering stress, hihi. Yah, itu semua berdasarkan pengalaman saja. Cara mana yang saya pakai tergantung situasi dan tingkat stress. Semoga bermanfaat apa yang saya sampaikan tersebut. Terimakasih. (Jangan stress, yaa ^_^)

    BalasHapus
  11. Nama : Tri
    Twitter : @tewtri
    Link Share : https://mobile.twitter.com/tewtri/status/713729173127176194

    Meredam atau menghilangkan stress?

    Dari yang sudah-sudah, yang paling manjur buat diri saya pribadi tuh nulis diary. Klasik maksimal yah? Tapi menulis memang membuat hati saya lebih tenang sih. Apa kata hati saya, ganjalan-ganjalannya selalu saya tulis tidak di buku diary pun dalam selembar kertas bekas tetap oke. Karena intinya adalah mengeluarkan unek-unek si penyakit melelahkan itu. Jika sudah nulis, lima-sepuluh menit bahkan kalau perlu sampai nangis. Ujungnya ada ketenangan.
    Nah, kalau masih belum 100 % berhasil, rujukan berikutnya adalah berdoa pada Tuhan, bersujud lebih lama sambil berdialog, ini sudah pasti menghilangkan stress sih dalam satu waktu itu. Karena bila stress, berbicara pada Tuhan tuh seperti sedang mengadu pada orang tua. Lega dan merasa hidup kembali.

    BalasHapus
  12. Asri
    @princessashr
    https://twitter.com/PrincessAshR/status/713748984607612929

    Tentunya Ketimpukers juga pernah diterpa masalah yang bikin mumet nan stres dong. Nah, biasanya apa yang Ketimpukers lakukan untuk meredam stres atau malah menghilangkan stres sekalian? Ceritain dong.

    Kalau aku lagi stress, biasanya sih cara paling ampuh yaa makan, atau nyemil makanan. Kemudian baca buku, dengerin musik sambil nyanyi cantik. Selain itu, curhat sama ibu, temen atau Tuhan.

    Sejauh ini sih efektif. Karena sebenarnya aku orangnya cuek, jadi, kalau stress kubawa santai aja. Bikin diri sendiri nyaman, nggak panik, dan rileks. Itu aja sih.

    BalasHapus