Review Sesaat di Keabadian – Mezty Mez




Keterangan Buku :
Judul : Sesaat di Keabadian
Penulis : Mezty Mez
Editor : Ayuning dan Bayu Novri Lianto
Penyelaras aksara : Emka
Penata letak : Blu Athea dan Maspri
Penyelaras tata letak : Gita Ramayudha
Desainer sampul : Maspri
Penyelaras desain sampul : Gita Ramayudha
Penerbit : EnterMedia
Tahun terbit : 2015 (cetakan pertama)
ISBN : 979 – 780 – 835 – 1
Tebal : vi + 130 hlm
Harga : Rp 31.500


Beberapa hal memang berubah. Tapi, bukankah memang ada hal-hal yang tak berubah meski sudah digerus waktu? – hlm 6

Renata Asyka Rayata a.k.a Rena adalah editor majalah fahion di salah satu majalah wanita ternama di Jakarta. Bertahun-tahun ia memendam penyesalan, menahan rindu yang menderu juga tetap menjaga pengharapan. Pengharapan bahwa kekasihnya Dante akan kembali dan melamarnya (lagi).  

Beberapa tahun lalu, sebenarnya Denta sudah melamarnya, tapi Rena menolak. Dia ingin menyelesaikan kuliah, menggapai cita-citanya juga. Dia tak ingin seperti ibu yang terlunta-lunta sejak ditinggalkan ayah.

“Aku tak ingin selalu dilindungi olehmu. Aku ingin kuliah dan bekerja sampai aku bisa sukses dan menjadi kuat. Dengan begitu, aku pun bisa melindungimu.” – hlm 34  

Namun, sejak kepergiannya ke Jepang, Dante tak kunjung kembali. Setahun, dua tahun, tiga tahun ... Rena terluka dalam penantian. Juga menyesal ‘seandainya dulu ia langsung menerima lamaran Dante ..’

Di tengah penantian itu, ada seseorang yang menemani Rena. Alexander Kenzo a.k.a Alex adalah direktur pemasaran di perusahaan tempatnya bekerja. Ia adalah sahabat baik Dante. Awalnya ia menemani Rena atas alasan ‘membantu wanita yang dicintai sahabatnya’. Namun, seiring waktu, Alex ftrustasi karena ia pelan-pelan mulai mencintai Rena. Makin lama, cinta itu makin kuat.

Alex akhirnya mengikuti petarungan jalanan. Ia menginginkan rasa sakit, entah itu memukuli atau dipukuli. Ia didera rasa marah pada dirinya sendiri, karena ia sadar, ia bahkan tak boleh mencintai Rena, bahkan meski hanya sekali.

Dante adalah seseorang yang bisa menyentuh dasar hatinya. Jika seseorang bisa membelah hatinya sampai bagian yang terkecil, mungkin hanya cinta untuk Dante yang ada di sana. Rena mencintainya dengan semua ruang di hatinya. – hlm 53

“Cinta Dante kepadamu seperti air yang tidak mempunyai rasa. Tapi, kamu tidak pernah bosan untuk meminumnya. Air yang kamu minum saat kamu kepanasan. Juga, saat kamu kedinginan. Jika, kau ingin rasanya manis, kau hanya perlu menambahkan gula ke dalamnya. Jika, kamu ingin asin, kamu hanya perlu menambahkan garam ke dalamnya. Air yang membantumu minum obat sehingga rasanya tidak terlalu pahit. Air yang membantumu tetap hidup.” – hlm 64

Cinta membuat seseorang egois, ingin memiliki dan tak ingin kehilangan. Hlm 57

Alex dan Rena. Rena mencintai Dante yang pergi entah ke mana. Sedangkan Alex mencintai Rena yang dicintai Dante – sahabatnya. Keduanya seperti bumi dan bulan yang terus bersama. Namun, keduanya tidak menyatu karena selalu ada jarak di antara keduanya. Supaya tidak bertabrakan. Supaya tidak hancur berantakan.

Apa yang menjadi akhir penantian seorang Rena?

Tetap menunggu ‘matahari’nya? Atau mempertimbangkan kehadiran ‘bulan’ yang tak pernah kemana-mana.

Ataukah cinta itu seperti bulan yang cahayanya terkadang bersembunyi dalam gelapnya malam, tapi sebenarnya tetap berada di sana, tak pernah pergi sedikitpun meninggalkan bumi. Dan, ketika cinta seperti bulan, kita hanya perlu yakin bahwa dia ada di sana. – hlm 33

Semakin besar rasa cinta, semakin besar pula tragedinya ketika cinta itu berakhir. – Nicholas Sparks

Sesaat di Keabadian adalah novel kedua kak Mezty Mez. Awal membaca buku ini karena aku penasaran dengan karya kak Mezty di bidang literasi. Kalau di bidang musik kan udah nggak diragukan lagi yess. Orangnya cantik.. suaranya apalagi ..

Covernya cantik dan aku rasa cocok menggambarkan Rena yang sedang menanti Dante di tepian pantai.

Jumlah halaman bukunya yang lumayan tipis ternyata nggak mengurangi kepuasan menikmati setiap adegan cerita yang disuguhkan.  Diceritakan dari sudut pandang masing-masing tokoh, alur waktunya juga maju mundur cantik.  Sempat menimbulkan kebingungan sih, ‘loh kok tiba-tiba ada tokoh namanya Takashi? Lalu Inaho ..

Tapi ternyata kehadiran tokoh figuran ini sangat mempengaruhi pemahaman pembaca terhadap teka teki yang sedang terjadi. Mulai deh mengaitkan satu per satu tokoh dengan alur cerita lengkapnya. Semacam puzzle gitu. Setiap tokoh membawa potongan kisah masing-masing.

Di setiap awal bab terdapat cuplikan lirik lagu, sepertinya makin asik kalo pas baca setiap bagian cerita sambil dengerin lagunya juga kali ya?

Sayangnya, cerita di Sesaat di Keabadian ini belum selesai. Abis baca, aku malah jadi kepikiran. Kira-kira apa yang akan terjadi setelahnya ya? Kayaknya bakal ribet deh. Apalagi kan dari ritualnya udah jelas kalo hati Rena masih condong ke mana. Tapi ya ampun.. ya gitu deh.

Nggak kebayang lanjutannya bakal kayak apa. Sedih sekaligus nggak sabar buat nunggu cerita ini diselesaikan. 

3,5 dari 5 bintang untuk cinta di hati yang tak akan pernah mati. :)

2 komentar:

  1. Yang hai luka udah baca belum kak? Soalnya novel ini kan sekuel, hehe

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus